Kabar Pasar Santa

Teman – teman, kapan terakhir ke Pasar Santa?

Pasar yang terletak di bilangan Jakarta Selatan ini tahun lalu mendadak ramai dikunjungi dan dibicarakan karena kehadiran toko – toko kecil yang beraneka ragam di lantai 2 dan 1 nya. Toko nya kebanyakan makanan sih, tapi juga ada yang jual baju, piringan hitam, bahkan kamera.

Karena suka jajan, sejak dengar berita tentang ramainya Pasar Santa saya langsung menyempatkan hadir. Pertama kali hadir, masih sepi banget – saya tulis disini ceritanya. Waktu itu sekitar bulan September juga, pertama kalinya saya ke Pasar Santa yang baru. Masih sepi, toko – toko belum banyak yang buka, cuma ada si Papricano Mexican Cantina. Kabarnya, saat itu Pasar Santa hanya ramai di Sabtu siang – malam.

Sekitar sebulan kemudian, Pasar Santa makin ramai! Saya juga makin sering kesitu, karena, ya itulah, suka jajan hehehe. Saya sempat tulis lagi ceritanya disini. Sampai sekarang post tersebut masih jadi salah satu post yang paling ramai traffic nya di blog ini. Puncaknya sih awal tahun ini ya saya rasa.. hari kerja pun Pasar Santa penuh, banyak dikunjungi orang2 pulang kantor yang mencari makan malam sembari menunggu macet reda. Jangan tanya kalau akhir pekan, cari parkir aja sulit banget!

Kios – kios baru pun banyak muncul, mulai dari yang seru, sampai yang saya anggap kurang masuk akal (ada yang buka butik jual barang bermerk impor kayak Comme des Garçons!!!). Tapi intinya Pasar Santai jadi ramai dan seru banget. Para pedagang yang sudah ada lebih dulu pun harusnya kebagian rejeki ya, minimal dari saya deh.. karena sejak sering kesana, saya jadi ketemu tukang penjahit langganan di lantai 1 nya. Rasanya sih banyak yang mengalami kejadian serupa.

Tetapi kira – kira sejak saya pulang dari Amerika di Mei yang lalu, saya belum sempat ke Pasar Santa lagi. Awalnya sibuk mengejar ketinggalan di kantor, lalu bulan puasa, lalu berbagai alasan, sampai akhirnya kemarin saya sempatkan ke Pasar Santa, awalnya karena mau cuci sepatu di Shoe Bible. Eh sampai sana, kaget dong saya, lihat Pasar Santa kok sepi banget… kayak gini :

Pasar Santa

Pasar Santa
Okelah saya kesana bukan di akhir pekan, tapi sempat ada masanya Pasar Santa kayaknya selalu ramai, tidak mengenal hari. Waktu itu saya lihat toko – toko banyak yang tutup, jadi pantaslah juga kalau tidak ada orang.

Saya sempatkan mampir ke kios masakan Jepang favorit saya, namanya Kicchin, dan tentunya minum jus di namanya Bengkel Juice. Ngobrol2 sama bapak dan ibu yang punya si kios jus ini. Mereka bilang, banyak tenant yang memutuskan untuk tidak memperpanjang sewa nya setelah habis di bulan Agustus kemarin. Saya nggak tau sebabnya apa sih, ada yang bilang harga sewa melonjak, ada yang bilang kena dampak macet pembangunan jembatan di jalan Woltermonginsidi. Intinya, banyak toko yang tutup. Kalau toko – toko nya tutup, ya tentunya pengunjung juga jadi sepi dong ya?

Di satu sisi, Pasar Santa yang dulu itu memang terkadang jadi tidak nyaman lagi karena terlalu ramai. Penuh, sesak, dan panas. Cari parkir aja susah. Tapi, kalau jadi sepi gini, saya kepikiran kios – kios kayak tukang penjahit langganan saya, ataupun tukang air minum di kantin Pasar Santa, yang memang selalu ada disana. Jadi, gimana caranya meramaikan kembali Pasar Santa?

Update 1 Oktober 2015 – Saya lagi di Pasar Santa nih! Kebetulan dapet bahan seragam buat bridesmaids, jadi saya bawa ke penjahit langganan pulang kantor tadi. Kondisinya agak lebih ramai dari terakhir kesana bulan lalu, pas ngobrol sama salah satu pedagang, katanya sudah ada beebrapa tenant baru yang buka. Katanya, mudah2an tenant baru ini lebih serius berbisnis dan mau jalanin bisnis yang lebih sustainable. Jadi kalau pasarnya mendadak sepi karena berbagai hal, jangan langsung tutup toko ya kan 🙂 yay, seneng juga dengernya! 

Pasar Santa – 1 Oktober 2015
Advertisements

47 thoughts on “Kabar Pasar Santa”

  1. Ih, dari dulu cuma baca dan dengar tentang Pasar Santa, belom sempat2 ke sana, dan udah sepi aja. 😦 Suka baca sih tentang ulasan yang katanya harga sewanya melonjak karena ramai. Entahlah. Belum sempat berkunjung.

  2. Iya Chris, aku bulan lalu makan diresto deket situ lewat didepan Pasar Santa. Menurut keponakan sekarang memang ngga serame dulu. Selain sebab yang kamu sebut diatas, warga Jakarta kan sekarang berbondong-bondong ke Aeon dan tempat lainnya. Sayang juga yah jadi gini.

  3. Kapan ya… kayaknya November tahun lalu dan itu juga sudah lumayan ramai, sempat saya tuliskan juga di blog ini soal pengalaman saya ke sana *promo postingan*. Tapi sayang sekali kalau pasar itu sudah tidak ramai lagi, sebab dulu seingat saya pasar itu begitu hidup dengan kegiatan kreatif anak Jakarta yang dekat dengan masyarakat lantaran harga barang-barangnya yang terjangkau. Ah, untuk sekali lagi kita kalah dengan postulat kapitalis…

    Tapi memang saya dengar dari teman, sempat ada perselisihan berujung kericuhan di sana. Benarkah?

    1. Oh ya? Aku gak denger tuh kabar perselisihan.. aku concern aja sama pedagang lama kalau pasarnya jadi sepi. kasian. Mungkin terlalu rame ga enak, terlalu sepi juga kasian.. enaknya yang pas aja hehehe..

    2. postulat kapitalis ato monkey business?
      gak masalah sih, yg jelas industri kreatif yg mengedepankan budaya tanpa dilindungi oleh sistem yg jelas, akan selalu kalah oleh postulat-postulat apapun, karena budaya tidak mengikat penganutnya utk patuh terhadap aturan-aturan tertentu, sedangkan sebuah sistem, dlm hal ini kapitalisme, bisa berdiri teguh karena adanya koherensi dan aturan-aturan yg menuntut pegiatnya utk melaksanakannya..
      counter culture in a creative industry won’t help anyone in that place..
      but a rationale sensitivism business platfrom would..

      1. Kurang guidelines gitu ya intinya :hihi. Bebas boleh, cuma mesti ada aturan supaya pertumbuhan tetap ada. Soalnya kalau bebas kan bisa berarti dua, bebas untuk maju atau, bebas untuk mundur dan akhirnya mati. Thanks buat insight-nya!

    1. Iyaa kira2 setengahnya lah tutup, dan sisanya cuma buka di weekend.. ada beberapa yang pindah ke daerah melawai Nis, kalo gasalah namanya Food Fighters. Tapi makanan doang. Kalau yg kios baju2/barang2 vintage nya kayaknya tutup permanen (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s