Pilihan tempat Ngopi di Tangerang Selatan

Sejak pindah ke Tangsel dan kini kerja di daerah Jakarta Barat, saya jadi punya beberapa kesempatan untuk mengunjungi tempat – tempat kopi di daerah Bintaro, BSD, dan juga Serpong. Di post Selasa Indonesia kali ini, saya ingin berbagi beberapa tempat kopi yang saya suka.. urutannya acak ya, bukan berdasarkan tingkat ke-favoritan 🙂

Turning Point Coffee

Saya pernah tulis lebih panjang tentang kafe yang satu ini sebelumnya. Baca disini ya :). Lokasi nya di kompleks Gading Serpong, di sebuah ruko. Saya pertama kali  kesana waktu mereka masih dalam periode soft opening. Masih relatif sepi, tapi enaknya, para pemiliknya ramah, senang ngajak pengunjungnya ngobrol. Saya suka kafe – kafe dimana pemiliknya/karyawannya tuh ramah, suka ngajak ngobrol. Apalagi kalau mereka hapal menu yang saya order, wah nilai plus banget buat saya 🙂

Oke balik lagi ke Turning Point Coffee. Beberapa waktu yang lalu saya sempat datang lagi kesana, setelah sekian lama. Suasananya sudah makin ramai, tapi karyawannya tetap ramah! Suka deh!

Assagao Coffee House 

Letaknya masih di kompleks yang sama – Gading Serpong. Tapi, konsepnya sedikit berbeda dengan kafe yang saya sebut diatas. Kafe yang satu ini konsepnya kafe Jepang gitu, sesuai namanya yang berasal dari bahasa Jepang. Waktu itu saya kesana di sebuah hari Jumat malam, pulang kantor. Kata teman saya yang sudah pernah kesana sebelumnya, wajib cobain Espresso Cube nya.

Espresso Cube ini sesuai namanya adalah bongkahan es batu dari espresso yang disajikan dengan segelas susu. Cara minumnya, susunya bisa dituang ke es batu sesuai selera. Makin banyak susunya, makin kayak latte. Rasanya unik, walau bagi saya agak terlalu pahit karena es batu espresso nya lama banget cairnya.. jadi kurang menyatu dengan susunya. Tempatnya nyaman, dan sepertinya saya akan balik lagi untuk duduk duduk manis sambil coba kopi kesukaan saya.. latte!

Flow Coffee

Rasanya Gading Serpong ini bisa dinobatkan sebagai kota kopi deh, abis banyak banget kafe kopi disini yang enak2. Hehehe. Kafe yang satu ini saya kunjungi awal bulan yang lalu, ditengah perjalanan pulang dari pabrik kantor saya di Tangerang. Saya awalnya nggak ngerti gimana caranya dari Tangerang bisa nyasar kesini, tapi malah senang soalnya jadi bisa nyobain tempat ngopi baru hehe.

Sayangnya saya nggak sempat mencoba duduk – duduk dan meresapi suasana kafenya. Tapi sembari nunggu latte saya dibuat, saya sempat diajak ngobrol sama barista dan juga waiternya. Nilai plus dong.. ramah :). Kopinya juga enak, pas sama selera saya. Cuma sayangnya waktu saya kesana, tidak ada cemilan yang keliatan mengundang selera. Mungkin mereka fokus di kopi, atau saya datang di waktu yang kurang tepat. Boleh sih dicoba datang lagi kapan2 🙂

Pigeonhole Coffee

Dari Serpong, kita pindah ke daerah Bintaro. Kafe ini lokasinya di Bintaro sektor 1, deket masjid Bintaro itu, kalau kebetulan kamu familiar dengan daerahnya. Tapi kalau nggak, cukup modal Google Map, gampang kok dicarinya.

Saya datang kesini di sebuah Minggu sore, bersama 2 orang teman. Seperti biasa saya pesan latte, yang bagi saya cukup keras rasanya, mungkin pakai dark roast (Ahaaayy sok2 menganalisa kopi hahahaha). Tapi seriusan deh saya walau nggak ngerti banget, sekarang lumayan sudah bisa membedakan mana rasa latte yang pas di lidah (dan perut, karena saya punya maag lumayan bandel), mana yang kurang pas. Sayangnya, kopi disini agak terlalu keras buat saya. Tapi mungkin tidak buat kamu, jadi saya masih rekomendasikan dong.. apalagi tempatnya lucu dan nyaman 🙂

Rosso’ Micro Roastery

Tempat ngopi terakhir yang saya bahas di post kali ini adalah Rosso’ Micro Roastery. Letaknya di pasar BSD, waktu buka nya juga menyesuaikan waktu pasar – jam 7 pagi hingga 3 sore, dan di hari tertentu hingga 5 sore. Sayangnya, karena waktu buka yang kurang terlalu pas buat saya, saya cuma punya kesempatan 1x kesini. Waktu itu kebetulan lagi ada rapat dengan klien di daerah BSD, jadi sengaja berangkat lebih pagi supaya bisa mampir.

Kafenya kecil, di dalam ruko. Tidak ada interior yang mewah ataupun hipster ala masa kini, tapi begitu masuk kita bisa mencium wangi kopi yang haruuuum banget. Soalnya, kafe ini juga men-sangrai biji kopinya sendiri. Bahkan kalau kamu beruntung kayak saya, kamu bisa lihat proses pembuatannya.

Seingatan saya, kafe ini juga fokus banget sama kopinya, jadi tidak ada menu aneh – aneh seperti dessert lucu atau makanan berat. Khusus kopi. Seperti biasa saya coba latte nya, dan rasanya enak banget! Kalau ada kesempatan, pasti saya akan balik lagi kesini 🙂

Sekian dulu review tempat ngopi di daerah Tangerang Selatan yang saya suka. Kamu pernah kesitu nggak? Atau ada tempat lain yang kamu rekomendasikan? Kasih tau di kolom komen dibawah ini yaa..

Sampai jumpa di Selasa Indonesia berikutnya!

Advertisements

38 thoughts on “Pilihan tempat Ngopi di Tangerang Selatan”

  1. Christaaaa, thank you so much for this post! Kebetulan aku lagi nyari tempat kopi deket rumah (males yang jauh2 krn macet), and this is really helpful. Gonna try these in the next few weekends 😀

  2. Banyak kafe yang oke-oke sekarang ya Chris 🙂 . Ah, iya, kalau pemilik dan karyawan kafenya ramah, pasti bikin betah dan balik lagi, hehehe 😀

    1. Iyaa banyak banget Ko, selain yg aku sebut ini banyak juga yg modal tempat lucu instagrammable doang.. kalo ini menurutku kopinya juga enak lah 🙂 plus servis nya juga tentunya hehe

    1. Kamu peminum apakah Dit? team latte jugak apa kopi serius? hihihi.. iya di Jakarta banyak bgt sekarang kopi cantik.. tapi banyak juga yang kopinya masi kalah sama kopi sachetan (separah itu) hehe

  3. Wah, lucu-lucu ya Ta tempat kopi di Tangerang jadi iri, deket rumah ku yg di depok ada beberapa kedai kopi dan tempat nongkrong, tapi kopi nya sucks, sumpah mendingan kapal api atau kopi sachet hahaha…kalau mau yang enak ya ke Margonda which is macetttt. Aku mau dong di ajak ke salah satu tempat nongkrong di atas hehehe

  4. Aku pengen banget ke Rosso chi…karena konon ini tempat nongkrong dee Lestari dalam penulisan novel terakhirnya kemaren…huhuhu too far from me even sama2 di Tangerang. Eh bisa aja sih kalau dipaksain

  5. Saya terakhir ngopi di Rosso merasa dicurangi, kadar kopinya dikurangi sehingga warna tidak pekat dan rasanya menjadi aneh. Karena tempatnya sangat rame maka saya tidak komplain . Sepertinya pekerja atau barista memanfaatkan keramaian dengan mencurangi customer termasuk saya. Mereka kira saya newbie penikmat kopi. Itulah keluh kesah saya di Rosso pasmod bsd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s