Gimana Cara Sekolah ke Luar Negeri?

Pertanyaan diatas sering sekali saya temukan di berbagai forum daring.

“gimana cara sekolah ke Amerika/Inggris/Australia?”
“gimana supaya diterima di Harvard/Oxford/Cambridge/MIT?”
“gimana supaya dapet beasiswa?”

Silakan diganti sendiri subjek nya, tapi kurang lebih pertanyaan nya sama.

Nah, kebetulan beberapa tahun terakhir sampai awal tahun ini saya cukup aktif di sebuah organisasi nirlaba yang bernama Indonesia Mengglobal. Sekarang sih status saya sudah alumni, tetapi sewaktu masih aktif, saya sering banget menemukan pertanyaan semacam diatas.

Selama masa keterlibatan saya, saya merasa beruntung bisa bertemu berbagai pribadi yang sangat berprestasi menurut saya. Ada yang dapet beasiswa A, diterima di sekolah B, aktif di organisasi C.. duh, hebat – hebat deh menurut saya! Apalagi banyak dari mereka yang secara umur jauh lebih muda daripada saya. Bikin mikir, dulu waktu seumur mereka kerjaan saya ngapain ya? hehehehe.

Dari pengamatan saya ketika berinteraksi dengan mereka, dan juga sedikit berdasarkan pengalaman pribadi sewaktu saya mempersiapkan sekolah S2, pada post Selasa Indonesia kali ini saya mau berbagi tips ! 🙂 tipsnya agak panjang, semoga nggak bosan bacanya ya..

“Tips untuk bisa sekolah ke luar negeri dan diterima di universitas impian” 

Image from: https://pixabay.com/static/uploads/photo/2015/10/18/19/04/graduation-995042_960_720.jpg
Image from: https://pixabay.com/static/uploads/photo/2015/10/18/19/04/graduation-995042_960_720.jpg

1. Daftar dulu sekolahnya 🙂
Ini tips paling standar dan langkah awal dari segalanya. Gimana mau diterima kalau nggak pernah daftar? Kenapa saya nggak pernah sekolah di Harvard? ya karena saya nggak pernah daftar! (Mengenai diterima atau tidak nya kalaupun saya pernah daftar, itu urusan belakangan hehehe). Masalahnya, daftar sekolah itu sama sekali bukan kegiatan yang gampang. Masih ingat ribetnya waktu daftar SMP/SMA nggak? nah, kalau mau daftar kuliah, apalagi di luar negeri, tingkat ribetnya dobel. Tapi jangan khawatir, tips nomer 2 bisa kamu ikuti dan jadikan pegangan.

2. Perbanyak riset
Riset menurut saya adalah salah satu senjata andalan kamu untuk bisa sekolah ke luar negeri. Metode risetnya terserah pribadi masing – masing, tapi kalau saya pribadi mulai dari jurusan yang saya minati. Jadi begini, saya waktu itu kuliah S1 nya jurusan Administrasi Niaga dengan konsentrasi Pemasaran. Saya ketika itu yakin ingin terus menempuh ilmu di bidang Pemasaran tetapi ingin bidang ilmu yang lebih spesifik. Hasil riset saya membawa saya kepada bidang ilmu Komunikasi Pemasaran. Oke, ketemu jurusannya. Sekarang pertanyaan selanjutnya, dimana?

Riset saya kemudian saya lanjutkan ke bagian mencari negara tujuan. Amerika, Inggris, Australia, Singapura. Karena satu dan lain hal, pada saat itu saya memang hanya fokus di negara yang bahasa utama nya adalah Bahasa Inggris. Kemudian saya riset lagi.

Akhirnyaa… ketemu lah negara yang ingin saya jadikan tujuan utama –  Inggris. Di Inggris ada beberapa universitas yang menawarkan S2 program studi Komunikasi Pemasaran. Pada saat itu, walaupun menjadi mahasiswa University of Oxford terdengar sangat menggiurkan, tetapi saya tidak menjadikan Oxford sebagai universitas tujuan saya dan sama sekali tidak daftar kesana. Kenapa? karena di Oxford tidak ada jurusan Komunikasi Pemasaran. Jadi, pilihan saya waktu itu jatuh ke 3 universitas di 3 kota; Bournemouth (yang akhirnya saya pilih), Birmingham, dan Leeds.

Setelah itu saya riset lagi (ya ampun.. nggak selesai – selesai ya risetnya hehehe). Kali ini riset saya difokuskan pada persyaratan masuk ke 3 universitas tersebut. Kira – kira begitu proses riset saya dulu.

Bournemouth Beach, salah satu alasan saya memilih sekolah di Bournemouth :)  Image from: http://www.telegraph.co.uk/education/universityeducation/universities-and-colleges/9984840/Bournemouth-University-guide.html
Bournemouth Beach, salah satu alasan saya memilih sekolah di Bournemouth 🙂
Image from: http://www.telegraph.co.uk/education/universityeducation/universities-and-colleges/9984840/Bournemouth-University-guide.html

Sebelum lanjut ke tips berikutnya, saya ingin bilang bahwa proses riset itu sekali lagi tergantung pribadi masing – masing ya.. bisa saja bagi kamu, yang terpenting adalah universitasnya. Bisa saja kamu sudah bertekad bulat ingin masuk ke sebuah universitas tertentu. Jika begitu, poin pemilihan negara dan universitas bisa dicoret, tinggal lanjut ke pemilihan jurusan dan persyaratan masuk deh.

3. Persiapkan diri untuk memenuhi syarat
Menurut saya, persiapan untuk diterima di sekolah impian itu sedikit banyak seperti persiapan berperang. Perlu strategi!

Di jaman internet yang serba canggih ini, semua informasi pasti tersedia, asal kita tahu bagaimana mencarinya. Begitu juga dengan persyaratan untuk diterima di sebuah program studi, pasti ditulis dengan jelas di website universitas yang bersangkutan. Baca baik – baik, dan kalau merasa tidak jelas, jangan sungkan – sungkan untuk bertanya. Percayalah bagian pendaftaran universitas – universitas (apalagi yang terkenal) di luar negeri itu sangat profesional dan mereka biasanya punya standar khusus untuk menjawab pertanyaan yang masuk.

Sudah tahu dan paham betul syarat – syaratnya? Kini saatnya mempersiapkan diri dan strategi.

Kebanyakan program studi di luar negeri pasti butuh nilai tes kemampuan bahasa asing, misalnya TOEFL atau IELTS. Pastikan kamu sudah mempunyai nilai yang cukup. Kalau belum, bagaimana strategi kamu untuk memperbaiki kemampuan dan meraih nilai yang lebih dari cukup?

Selanjutnya, yang biasanya standar dibutuhkan adalah transkrip nilai, esai, dan surat rekomendasi. Khusus jurusan tertentu biasanya ada persyaratan tambahan, misalnya tes GMAT untuk MBA, atau portfolio untuk jurusan seni/design, dan lain sebaginya nya.

Siapkan profil diri kamu untuk memenuhi syarat dari universitas dan program studi yang kamu mau. Kalau merasa diri belum cukup canggih, tingkatkan kemampuan diri kamu dong. Ikut organisasi, aktif di masyarakat, kenali diri lebih baik, belajar lebih rajin supaya nilainya lebih baik, dan jalin hubungan baik dengan dosen/atasan. Bukan, bukan untuk menyogok nilai… tapi untuk minta rekomendasi.

Khusus untuk poin ini, saran saya cuma 1. Rasanya dari pengamatan saya, tidak terlalu penting mendapatkan rekomendasi dari figur yang terkenal (presiden misalnya), tetapi ybs sebenarnya tidak kenal kamu dan hanya menulis hal – hal yang generik saja. Lebih baik dapat rekomendasi dari orang yang kompeten di bidangnya, tapi juga mengenal kamu dengan baik sehingga bisa menceritakan betapa hebatnya diri kamu secara spesifik.

4. Luangkan waktu ekstra banyak untuk mempersiapkan esai
Esai pada proses aplikasi sekolah menurut saya adalah hal yang sangat krusial. Melalui esai, kamu bisa “berbicara langsung” dengan para komite penerimaan walaupun lokasinya di belahan dunia yang lain. Disinilah tempat kamu mengekspresikan diri sebaik – baik nya, mengapa kamu pantas diterima di jurusan impian kamu itu.

Bisa jadi ada 1000 orang yang mempunya nilai IELTS 9 sempurna dan juga IPK 4. Tentunya ada ratusan pemenang olimpiade di dunia ini, walaupun bisa jadi kamu adalah salah satunya. Nah, esai adalah senjata terakhir kamu untuk tampil dan menonjol.

Image from: https://sites.google.com/site/schoolsnotfactories/classroom-ideas/way-to-ps-accessing-information-on-and-questioning-the-validity-of-personal-statements
Image from: https://sites.google.com/site/schoolsnotfactories/classroom-ideas/way-to-ps-accessing-information-on-and-questioning-the-validity-of-personal-statements

Esai juga bisa menjadi senjata kamu jika kebetulan nilai akademis kamu pas – pasan. Lewat esai, kamu bisa mendapatkan kesempatan untuk menceritakan kisah kamu sejujur-jujur nya sehingga para komite penerimaan bisa mendapatkan gambaran yang holistik mengenai profil diri kamu. Tidak sedikit lho kisah yang saya dengar tentang bagaimana seseorang dengan IPK pas – pasan bisa diterima di universitas yang keren. Dugaan saya sih, esai nya pasti keren banget 🙂

Bagaimana supaya esai kamu keren? Jawaban saya, kenali diri baik baik, banyak latihan menulis, dan jangan segan minta bantuan senior untuk membaca dan memberikan masukan bagi esai kamu.

Ok, itulah 4 tips dari saya bagi kamu yang ingin sekolah di luar negeri dan diterima di universitas impian.

Sebelum post yang lumayan panjang ini berakhir, ada beberapa pesan terakhir dari saya…

  • Cari informasi sebanyak – banyaknya dan persiapkan diri kamu sematang mungkin.
  • Ada kalanya universitas dengan nama besar malah bukan universitas terbaik buat kamu, jadi jangan hanya terpaku pada universitas dengan nama besar
  • Jika kamu ingin sekali berangkat sekolah ke luar negeri tahun depan, Indonesia Mengglobal sedang membuka pendaftaran bagi program Mentorship. Melalui program ini kamu akan dapat bimbingan dari mahasiswa/alumni untuk mempersiapkan aplikasi ke sekolah impian kamu. Program ini gratis lho, malah ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa kurang lebih $100 untuk biaya pendaftaran/biaya tes jika kamu diterima sebagai mentee di program ini. Asik kan? Cari tahu informasi lebih lanjut dan cara daftarnya disini.

Oh iya, bagi kamu yang sedang/pernah sekolah di luar negeri dan ingin membantu fellow Indonesians untuk mendapatkan kesempatan yang sama, daftar jadi mentor yuk! klik disini untuk informasi dan cara daftar. Selain itu, kamu juga bisa membantu dengan berpartisipasi pada program crowdfunding untuk membantu biaya aplikasi bagi para mentee. Klik disini untuk caranya.

Baiklah, sekian post Selasa Indonesia yang cukup panjang tetapi mudah – mudahan bisa bermanfaat :). Kalau tips lain, komentar, atau ada pertanyaan, jangan ragu isi boks komen dibawah ini.

Semoga hari Selasamu menyenangkan ya!

Advertisements

37 thoughts on “Gimana Cara Sekolah ke Luar Negeri?”

  1. Yang penting jangan menyerah ya Chris, sekolah ke luar negeri dan mendapatkan beasiswa bukan hal mudah dan “magic” makannya butuh pengorbanan. Aku selalu blg gt karena bangak yg blg “wah enakkk amat yaaa sekolah di eropa” padahal gagalnya banyak dan dl internet blm tll hits jd aplikasi via pos…maak udah lama, mahal pun! Gaji banyak abis buat kirim surat dan aplikasi ke luar negeri pake post yg kilat *menangis* tapi klo liat skrg perjuangan gw, so totally worth it!

    Oya saranku juga klo udah sampai cita2nya, di sana waktu jangan disia2kan. Pahami tradisi “adopted home”-mu juga, tapi jangan kebanyakan acara juga sampe studinya terlantar. Ah emang bebannya banyak hahaha :)) yg penting enjoy dan ttp meraih ilmu!

    1. Setujuu jangan menyerah.. hehehe iya yah Gy jaman kita dulu internet masih belum secanggih sekarang, aku juga inget abis berapa tuh buat kirim aplikasi dan juga buat tes, mana IELTS ngulang 1x gara2 writing nya gak cukup tadinya hehehehe.. tapi semua terbayarkan begitu jadi berangkat, horeeee!

      Betuull banget enjoy dan tetap belajar hehehe.. makasih yaa tambahan tips nya 🙂

  2. Bagus banget info dr artikelnya. Lain kali kalo ada yang email aku, kasih link ini aja dah! Haha. Bener banget ribetnya banyak, kalau nggak siap ribet n maunya praktis pasti jd makanan agen sekolah (alias ngasih yang buat dia komisinya gede)

    1. Thanks Mar! Hahah iya kalo ngga mau ribet bayar agent aja.. tapi aku gemesnya sih banyak yg tanya seakan2 gak google dulu gitu.. kayak misalnya “berapa ipk supaya diterima di universitas A” padahal semua jawabannya ada di website pastinya ya kan.. ah kamu pasti banyak pengalaman ditanya2 model gini juga deh 😉

  3. Wah informasi yang moodbooster banget nih, shareable. Sayang ane dari diploma, eh alumni Indonesia Mengglobal ada nggak yang diploma terus bisa nglanjutin bachelor di LN?? minta infonya dong

    1. terima kasih, semoga berguna ya 🙂

      Bisa kok, setahu saya di beberapa negara (misalnya Inggris/Australia/NZ) ada program yang istilahnya Top-Up, ini program 1 tahun untuk kamu yg sudah menyelesaikan diploma/D3. Setelah selesai 1 tahun itu kamu bisa lulus dengan bachelor degree atau S1. Kalau di Indonesia mungkin semacam program ekstensi ya.

      1. Wah makasih Christa, siip banget infonya,…. Kalau saya kan ini semester 4 ya, bisa nggak sih daftar indonesia mengglobal?

      2. sama sama 🙂 untuk daftar program mentorship nya maksud kamu? tidak ada batasan sih setau saya, asalkan ketika kamu diterima, ada komitmen daftar ke 1 sekolah di tahun ajaran depan.. tapi lengkapnya kamu silakan tanya langsung ke tim Indonesia Mengglobal ya.. bisa lewat facebook, twitter, atau websitenya 🙂

  4. Setuju kak, kalau riset itu penting banget!
    Banyak yang ngakunya pengen sekolah ke LN tp malas riset bahkan untuk baca persyaratan di web-web univ yang mau dituju. Hasilnya, pas nanya ke org yg lagi sekolah di LN yang ditanya gregetan jg krn waktunya habis buat menjelaskan hal2 yang sudah jelas. Padahal di LN kesibukannya nggak jalan2 doang (eh jalan2nya mah cuma sepersekian persen) heu.

    1. hehehe iya, riset itu penting banget yah, nanti setelah riset masih ada yang kurang jelas, baru deh tanya tanya kiri kanan, pasti banyak yg mau bantu kan 🙂

  5. Ada yang tanya sama gue: cari sekolahnya nanti aja kan Mbak setelah Di Irlandia.

    Dalam hati emosi jiwa, mana bisa dapat visa kalau gak dapat sekolah dulu?

    Aku pusing jawab-jawab pertanyaan dasar gini 😞

  6. salam kenal Christa 🙂 aku dulu sebelom ke UK banyak baca Indonesia Mengglobal hehe pengen ikutan tapi malu kapabilitas menulisnya masih kalah jauh sama temen-temen yang ngisi kolumnya hehe. Sangat informatif dan membantu sekali 😀

    1. Salam kenal Aiko, makasih yaa udah mampir ke blog aku! Ayo dong share ceritanya di IM, kan ada editor nya jadi nanti bisa dibantu kalau belum terlalu biasa menulis 🙂

  7. Semakin termotivasi!!! *berapi-api*
    Eh, kan saya dari jurusan Fisika, tapi rencana s2 nya ke Psikologi atau Filsafat. Beberapa beasiswa yang saya teliti sejauh ini banyak yang ‘tidak terlalu’ suka dengan yang pindah jurusan seperti saya ini.
    Lalu ada saran kakak senior yang bilang ‘masuk aja Fisika dulu, nanti tinggal ganti pas udah keterima’. Nah saya nyari second opinion tentang ini tuh enggak ketemu-ketemu.
    Muncul di sini, kali aja Kak Christa (atau pembaca lain yang kebetulan punya ide) ada masukan. . .?
    Thanks,
    Vallendri

    1. Hi Vallendri, aku ada sih kisah beberapa temen yang dapet beasiswa LPDP dan hasil ganti jurusan. Ada yg dari Teknik Industri ke Bisnis (mungkin masih rada mirip ya karena dia kerjanya juga di Sales), ada yang dari Bisnis ke Public Policy, dan juga ada yg dari Bisnis ke Environment Development. Tapi mereka sudah berangkat, jadi nggak tau kalau ternyata ada perubahan di peraturan – gak boleh pindah jurusan sekarang ini. Kalau dari cerita teman2 saya itu, yang saya tahu, mereka bisa menunjukkan alasan kuat kenapa mereka merasa harus pindah jurusan. Alasan kuatnya ditunjukkan dari pengalaman kerja atau kegiatan ekstrakurikuler atau juga dari essay dan wawancara. Ceritanya harus kuat dan sejalan gitu 🙂 mungkin kamu bisa mulai menyusun cerita kamu baik2 – kenapa dari Fisika mau pindah ke Psikologi/Filsafat dan kenapa harus sekolah di luar negeri, kenapa pindah jurusan bisa membantu kamu mencapai tujuan hidup dan juga yg pasti (ini untuk keperluan beasiswa), kenapa kamu + pindah jurusan + tujuan hidup kamu bisa membantu Indonesia di kemudian harinya 🙂

      Semoga membantu, tetap semangat, selamat berusaha! 🙂

      1. Pengalaman kerja dan ekstrakurikuler, um, sepertinya tidak ada yang mendukung ke tujuan (dan tidak mungkin memaksa mengingat lulus beberapa saat lagi). Tinggal essay, wawancara, dan rencana Tuhan (:o) sebagai harapan. Hi hi

        Hmm,, makasih kak membantu sekali. Semangat!!!^^

  8. makasih banget atas infonya saya sangat ingin berkuliah diluar negri tetapi saya tidak tau cara
    setelah saya membaca artikel di atas saya langsung faham bagaimana cara agar bisa belajar di luar negeri
    makasih mba atas infonya. semoga mba bisa lanjut S3 nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s