London

London tuh emang punya charm yang beda deh. Padahal, selama tinggal di UK tahun 2009-2010, aku ya nggak tinggal di London. Gak pernah merasakan jadi warga London, tapi selalu seneng banget kalau lagi berkunjung ke London. Gak pernah bosan dan selalu berasa masih ada yang kurang di-eksplor.

Ketika nyusun itinerary liburan ke UK kali ini, aku sengaja jadwalin 6 malam di London. Jadi begini perjalananku; 4 malam di London, kemudian road trip selama 4 malam, 3 malam di Bournemouth, dan lanjut lagi 2 malam di London sebelum pulang. Total di UK 14 hari 13 malam. Lumayan yah! πŸ™‚

Hari ke-1

Sampai di London hari Kamis sekitar jam 4 sore. Imigrasi cukup lancar, bagasi lancar, langsung naik tube ke Piccadilly Circus tempat kami menginap selama 2 malam pertama. Nama hotelnya, Zedwell. Cukup rekomen untuk pasangan atau pergi sama teman2, karena lokasinya OK banget bener2 di tengah Piccadilly Circus, ada coffee shop, tempat tidur nyaman, ada rainfall shower, desain minimalis.. tapi kayaknya sih kurang rekomen untuk keluarga karena space kamarnya kecil dan ngga ada fasilitas macem2.

Setelah check in, aku rapih2, dan langsung ketemuan sama A dan E, temanku yang datang dari Belanda. Seneng banget karena udah ngga ketemu A selama 5 tahun sejak aku pindah ke US, dan kebetulan mereka bisa ikutan liburan di London selama 3 malam. Setelah itu, aku lanjut dinner cantik di daerah Mayfair, di restoran namanya Isabel. Duilee, gaya banget ya dinner cantik di London. Tapi acaranya spesial karena kami merayakan ulang tahun temenku C yang kebetulan lagi liburan di London juga (bisa pas gitu tanggalnya, aku sampai di hari ulang tahun C dan kebetulan C hari besoknya pulang ke Jakarta). Untuk dinner kali ini, acaranya girls-only. Sungguh ku sangat senang, karena udah bertahun2 nggak pernah acara girls-only dan apalagi bareng teman2 lama.

Hari ke-2

Jalan2 dimulai! Karena masih agak jetlag, aku dan R bangun cukup pagi, jadi kami keluar hotel buat eksplor daerah sekitar. Jalan di daerah Regent Street yang isinya toko2 (tentunya belum buka), sempet beli pastry di Pret a Manger, terus ujung2nya cobain McDonalds. Hahaha. Terus sekitar jam 9 kami ketemuan sama A dan E, mulai jalan seharian. Rutenya… panjang! Hehe pertama – tama kami ngopi di Monmouth Coffee yang enak bangettt (aku hampir tiap hari selama di London ngopi disini terus hehe). Terus lanjut liat Covent Garden, kemudian menyusuri daerah South Bank dan jalan pinggir sungai Thames, lanjut ke Sky Garden (buat lihat pemandangan London dari ketinggian), makan siang di Borough Market, jalan2 lihat mall baru namanya Battersea Power Station, ke Buckingham Palace, ke Oxford Street, dan makan malam di Four Seasons resto daerah Bayswater.

Capek nggak bacanya? Hahaha. Aku juga baru sadar, kami cukup muter2 ya di hari kedua! Begitu sampai hotel kaki rasanya gempor banget tapi kenyang dan senang.

Ngomong2, ini beberapa observasi di London selama 2 hari pertama:

  1. Orang London kalau jalan cepet banget, aku dan R dari California yang hampir gak pernah jalan ini (kami nyetir kemana mana huhu), rasanya hampir keteteran ngikutin pace jalan orang lokal hehehe
  2. Aku dan R cukup ngakak waktu beli kopi ditanya kan, mau duduk di kafe atau bawa pulang. Ketika kami jawab buat duduk di kafe, baristanya teriak “1 latte in a ceramic please!” sungguh, aku gak pernah denger kalimat “latte in a ceramic” di Amerika hahahaha
  3. Di London makanan vegan/vegetarian lebih banyak tersedia di berbagai restoran dibandingkan di LA. Misalnya mau makan English Breakfast, pasti ada pilihan vegetarian atau vegannya. Bahkan di restoran Asia juga, misalnya menu nasi lemak Singapore tapi protein nya bisa diganti pilihan kari sayuran gitu.
  4. Di London juga berasa kalau restoran halal banyak! lebih banyak daripada di LA. Dan pilihan resto halal nya lebih bervariasi, kalau di LA masih terbatas di jenis makanan timur tengah aja.

Cerita hari2 berikutnya lanjut di post lain yah! ‘Til next time πŸ™‚

8 thoughts on “London”

  1. Wah noted rekomendasi hotelnya. Kmaren kami tinggal di Soho. Lokasinya sih oke banget, cuman kamarnya yang klaustrofobik banget ahahaha, yah namanya juga budget, bukan Savoy haha.

  2. Sama banget Chris, aku setiap ke London rasanya ga pernah cukup waktunya. Kayanya krn emang sebanyak itu yang bisa dieksplor. Btw, aku juga belum pernah denger β€œlatte in a ceramic”, lucu juga ya πŸ˜€

  3. Aku pun suka banget sama London. Padahal sehari-hari main ke Amsterdam, tapi di London tuh kerasa banget vibe kota gede dan seneng liat orang macem-macem. Sukaaa banget sama Chinatown nya London.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: