No English!

Halo, selamat hari Selasa! Ini ada cerita singkat aja tapi sampe sekarang masih bikin saya cekikikan kalo inget.

Minggu lalu saya lagi nganterin mertua ke dokter gigi. Lokasi dokter nya ada di sebuah plaza, di sebelahnya ada supermarket. Sambil nunggu, saya memutuskan untuk jalan – jalan ke supermarket. Sebelum masuk supermarket saya di cegat sama seorang sales person yang keliatannya sih mau nawarin sesuatu. Karena saya lagi nggak pengen di ganggu, saya senyum sambil bilang, “sorry, no English!” hahahaha. Si mbak bilang, OK, have a nice day! dan saya masuk ke dalam supermarket.

Continue reading “No English!”

Selasa Indonesia Balik Lagi!

Setelah sekian lama blog saya nggak gitu terurus, akhirnya saya memutuskan untuk balik lagi ngerapihin blog, termasuk “menghidupkan” kembali segmen Selasa Indonesia. Buat yang baru ngikutin blog saya, jadi ada masanya dulu saya teratur nulis blog dalam Bahasa Inggris kecuali tiap hari Selasa, waktunya nulis blog dalam Bahasa Indonesia. Seiring berjalannya waktu, ngeblog makin jarang, akhirnya nulis juga makin suka-suka aja. Ups! Sekarang coba deh dirapihin lagi.

Continue reading “Selasa Indonesia Balik Lagi!”

Perjalanan Panjang Adaptasi

Udah lama sih saya pengen nulis soal hal ini, tapi akhirnya baru kesampean sekarang. Rasanya saya udah pernah ngebahas sedikit di beberapa post terdahulu, soal proses adaptasi kepindahan saya ke Amerika. Nggak disangka, saat ini sudah 2,5 tahun saya pindah kesini.

Selama 2,5 tahun ini hidup saya banyak banget naik turunnya deh. Sampai ada masanya pengen balik ke Christa jaman dulu terus kasih tau soal segala tantangan yang dihadapi, biar Christa jaman dulu nggak cuma mikirin yang indah2 aja ketika memutuskan pindah ke Amerika.

Continue reading “Perjalanan Panjang Adaptasi”

Liebster Award

Jadi sebenernya saya udah dikasih tau soal Liebster Award ini oleh Phebie sejak bulan lalu. Tapiii waktu itu saya sedang hiatus blogging karena satu dan lain hal. Akhirnya baru sekarang deh sempat terima “tantangan” Liebster Award ini dan ikutan nge-post. Terima kasih ya Phebie sudah ngajakin, ini dia jawaban saya 🙂

Oh iya buat yang belum familiar sama Liebster Award, jadi peraturannya ada 6, bisa di baca di blog nya Phebie. Tapiii saya bakal curang dikit yah, cuma bakal ngikutin peraturan 1 – 3 dan nggak ngelanjutin award ini. Mohon dimaklumi 🙂

Continue reading “Liebster Award”

Gara – Gara Rona

Di Amerika ada istilah yang cukup sering digunakan oleh anak muda untuk menyebut Coronavirus, yaitu “Rona”. Kalau kamu rajin buka media sosial seperti TikTok, Twitter atau Instagram mungkin sering liat hashtag #RonaMadeMeDoIt yang isinya hal2 baru atau kepepet yang dilakukan orang2 selama masa karantina ini, misalnya masak ini itu atau bikin proyek DIY.

Saya sendiri di California sekarang udah memasuki minggu ke-4 masa #DiRumahAja. Bersyukur banget saya masih bisa keluar rumah sedikit2 – jogging di sekitar rumah, belanja bahan makanan atau juga beli makanan dari restoran untuk dibawa pulang. Bersyukur juga situasi rumah yang saya tinggali cukup nyaman walau seadanya. Yang paling penting sih bersyukur saya, keluarga dan teman2 (termasuk kamu yang baca yaa semoga) masih diberikan rejeki sehat 🙂

Continue reading “Gara – Gara Rona”

Life in The Time of Coronavirus

Judulnya Bahasa Inggris tapi isinya Bahasa Indonesia, hehe. Apa kabar teman2? Pengen cerita soal kehidupan kami di Amerika akhir2 ini sejak COVID-19 sudah disebut sebagai pandemi.

Sebenarnya kan berita soal COVID-19 sudah ramai terdengar sejak akhir tahun lalu sejak pertama kali kejadian di Cina. Waktu itu kehidupan disini masih normal,bahkan sampai minggu lalu menurut saya kehidupan juga masih normal.

Mulai berasa hari Selasa minggu lalu ketika saya masuk kelas di kampus dan dosen bilang kalau baru aja ada pengumuman resmi bahwa UCLA menghentikan semua kegiatan pembelajaran di kelas, mengubahnya menjadi online sampai awal April. Hari Rabu nya saya masih ke kampus, ketemu beberapa teman untuk mengerjakan tugas kelompok. Hari Sabtu saya masih ke acara ulang tahun teman bersama 4 orang lainnya, hari Minggu masih ngopi bareng 4 orang teman.

Minggu sore dapat berita kalau mulai Senin kota LA mulai memberlakukan “lockdown”, yang artinya bisnis tutup kecuali yang berhubungan sama kesehatan, bahan pangan (supermarket) dan pemerintahan. Restoran cuma boleh terima order takeout atau delivery.

Minggu malam saya dan R belanja ke supermarket, hampir nggak kebagian apa2. Bukan niat nyetok barang sih, tapi emang kebetulan biasanya jadwal belanja mingguan kami hari Senin, nah karena katanya Senin mau lockdown ya kami belanja hari Minggu. Eh.. baru pernah liat langsung betapa kosongnya toko Target tempat biasa kami belanja, terutama di rak makanan kering, rak peralatan bersih2, dan minuman. Ngeri juga sih liatnya.

Senin-Selasa-Rabu kami kebanyakan di rumah, hanya keluar untuk hal yang benar2 perlu, itu juga keluar-masuk cepet2. R kebetulan libur hari Senin dan Selasa tapi hari Rabu kemarin dia sudah kembali bekerja, walaupun ada larangan kerja dari pemerintah setempat Orange County. Maklum, R kerjanya di bidang medis jadi tempat kerjanya memang lagi sangat padat dan butuh orang banyak, malah diminta lembur kalau bisa dan mau.

Kalau ditanya gimana situasi pasca lockdown di LA? jawabannya bervariasi. Peraturan pemerintah pun cukup bervariasi dari tiap2 daerah. Misalnya State of California punya peraturan sendiri. Orange County (tempat saya tinggal) dan LA County pun peraturan nya beda. Dalam County ada beberapa kota, dan LA County pun bukan hanya LA city. Jadi waktu hari Senin peraturan di LA city mulai berlaku, saya di rumah di Orange County belum merasakan efek dari restoran tutup, karena peraturan serupa baru resmi dikeluarkan di Orange County hari sesudahnya.

Mulai kemarin di Orange County ada peraturan baru yang mengharuskan warga untuk membatasi pertemuan kelompok dalam bentuk apapun termasuk kerja. Katanya bakal ada patroli dari aparat yang berwenang untuk memastikan semua mematuhi aturan. Kantornya R ngasih panduan untuk karyawan harus jawab apa kalau kebetulan di stop aparat sewaktu dalam perjalanan ke kantor.

Minggu ini juga saya dapat email dari kampus kalau UCLA memperpanjang periode belajar online nya sampai akhir spring quarter, kira2 di awal Juni. Minggu ini juga saya dapat kabar kalau jadwal interview urusan imigrasi saya tertunda entah sampai kapan, sampai kantor imigrasi beroperasi normal kembali.

Terus terang saya merasa takut dan sedih, pertama dengan adanya pandemi ini dan melihat jumlah orang yang terinfeksi rasanya makin banyak aja tiap harinya. Sedih juga karena beberapa rencana harus ditunda dulu, walau ngga seberapa tapi jujur tetap berasa kecewa. Kemudian saya juga jadi merasa cemas, terutama mikirin Indonesia, namanya juga keluarga saya ada disana. Ragu apakah Indonesia bisa menangani pandemi ini dengan baik? mikirin keselamatan dan kesehatan keluarga dan teman2 di Indonesia. Makin cemas juga rasanya lihat keadaan ekonomi, khawatir banget kalau sampai ada kejadian krisis ekonomi.

Saya berusaha untuk melihat sisi positif dari kejadian ini, tapi terus terang masih susah. Yang bisa saya lakukan adalah terus berdoa semoga kejadian ini cepat berlalu, semoga kehidupan bisa kembali normal, dan semoga yang sakit segera sembuh, yang sehat jangan sampai sakit.

Gimana keadaan di tempatmu tinggal? semoga semua aman dan yang penting sehat selalu ya 🙂 *virtual hugs*