Selasa Indonesia Balik Lagi!

Setelah sekian lama blog saya nggak gitu terurus, akhirnya saya memutuskan untuk balik lagi ngerapihin blog, termasuk “menghidupkan” kembali segmen Selasa Indonesia. Buat yang baru ngikutin blog saya, jadi ada masanya dulu saya teratur nulis blog dalam Bahasa Inggris kecuali tiap hari Selasa, waktunya nulis blog dalam Bahasa Indonesia. Seiring berjalannya waktu, ngeblog makin jarang, akhirnya nulis juga makin suka-suka aja. Ups! Sekarang coba deh dirapihin lagi.

Continue reading “Selasa Indonesia Balik Lagi!”

Perjalanan Panjang Adaptasi

Udah lama sih saya pengen nulis soal hal ini, tapi akhirnya baru kesampean sekarang. Rasanya saya udah pernah ngebahas sedikit di beberapa post terdahulu, soal proses adaptasi kepindahan saya ke Amerika. Nggak disangka, saat ini sudah 2,5 tahun saya pindah kesini.

Selama 2,5 tahun ini hidup saya banyak banget naik turunnya deh. Sampai ada masanya pengen balik ke Christa jaman dulu terus kasih tau soal segala tantangan yang dihadapi, biar Christa jaman dulu nggak cuma mikirin yang indah2 aja ketika memutuskan pindah ke Amerika.

Continue reading “Perjalanan Panjang Adaptasi”

Liebster Award

Jadi sebenernya saya udah dikasih tau soal Liebster Award ini oleh Phebie sejak bulan lalu. Tapiii waktu itu saya sedang hiatus blogging karena satu dan lain hal. Akhirnya baru sekarang deh sempat terima “tantangan” Liebster Award ini dan ikutan nge-post. Terima kasih ya Phebie sudah ngajakin, ini dia jawaban saya πŸ™‚

Oh iya buat yang belum familiar sama Liebster Award, jadi peraturannya ada 6, bisa di baca di blog nya Phebie. Tapiii saya bakal curang dikit yah, cuma bakal ngikutin peraturan 1 – 3 dan nggak ngelanjutin award ini. Mohon dimaklumi πŸ™‚

Continue reading “Liebster Award”

Gara – Gara Rona

Di Amerika ada istilah yang cukup sering digunakan oleh anak muda untuk menyebut Coronavirus, yaitu “Rona”. Kalau kamu rajin buka media sosial seperti TikTok, Twitter atau Instagram mungkin sering liat hashtag #RonaMadeMeDoIt yang isinya hal2 baru atau kepepet yang dilakukan orang2 selama masa karantina ini, misalnya masak ini itu atau bikin proyek DIY.

Saya sendiri di California sekarang udah memasuki minggu ke-4 masa #DiRumahAja. Bersyukur banget saya masih bisa keluar rumah sedikit2 – jogging di sekitar rumah, belanja bahan makanan atau juga beli makanan dari restoran untuk dibawa pulang. Bersyukur juga situasi rumah yang saya tinggali cukup nyaman walau seadanya. Yang paling penting sih bersyukur saya, keluarga dan teman2 (termasuk kamu yang baca yaa semoga) masih diberikan rejeki sehat πŸ™‚

Continue reading “Gara – Gara Rona”

Life in The Time of Coronavirus

Judulnya Bahasa Inggris tapi isinya Bahasa Indonesia, hehe. Apa kabar teman2? Pengen cerita soal kehidupan kami di Amerika akhir2 ini sejak COVID-19 sudah disebut sebagai pandemi.

Sebenarnya kan berita soal COVID-19 sudah ramai terdengar sejak akhir tahun lalu sejak pertama kali kejadian di Cina. Waktu itu kehidupan disini masih normal,bahkan sampai minggu lalu menurut saya kehidupan juga masih normal.

Mulai berasa hari Selasa minggu lalu ketika saya masuk kelas di kampus dan dosen bilang kalau baru aja ada pengumuman resmi bahwa UCLA menghentikan semua kegiatan pembelajaran di kelas, mengubahnya menjadi online sampai awal April. Hari Rabu nya saya masih ke kampus, ketemu beberapa teman untuk mengerjakan tugas kelompok. Hari Sabtu saya masih ke acara ulang tahun teman bersama 4 orang lainnya, hari Minggu masih ngopi bareng 4 orang teman.

Minggu sore dapat berita kalau mulai Senin kota LA mulai memberlakukan “lockdown”, yang artinya bisnis tutup kecuali yang berhubungan sama kesehatan, bahan pangan (supermarket) dan pemerintahan. Restoran cuma boleh terima order takeout atau delivery.

Minggu malam saya dan R belanja ke supermarket, hampir nggak kebagian apa2. Bukan niat nyetok barang sih, tapi emang kebetulan biasanya jadwal belanja mingguan kami hari Senin, nah karena katanya Senin mau lockdown ya kami belanja hari Minggu. Eh.. baru pernah liat langsung betapa kosongnya toko Target tempat biasa kami belanja, terutama di rak makanan kering, rak peralatan bersih2, dan minuman. Ngeri juga sih liatnya.

Senin-Selasa-Rabu kami kebanyakan di rumah, hanya keluar untuk hal yang benar2 perlu, itu juga keluar-masuk cepet2. R kebetulan libur hari Senin dan Selasa tapi hari Rabu kemarin dia sudah kembali bekerja, walaupun ada larangan kerja dari pemerintah setempat Orange County. Maklum, R kerjanya di bidang medis jadi tempat kerjanya memang lagi sangat padat dan butuh orang banyak, malah diminta lembur kalau bisa dan mau.

Kalau ditanya gimana situasi pasca lockdown di LA? jawabannya bervariasi. Peraturan pemerintah pun cukup bervariasi dari tiap2 daerah. Misalnya State of California punya peraturan sendiri. Orange County (tempat saya tinggal) dan LA County pun peraturan nya beda. Dalam County ada beberapa kota, dan LA County pun bukan hanya LA city. Jadi waktu hari Senin peraturan di LA city mulai berlaku, saya di rumah di Orange County belum merasakan efek dari restoran tutup, karena peraturan serupa baru resmi dikeluarkan di Orange County hari sesudahnya.

Mulai kemarin di Orange County ada peraturan baru yang mengharuskan warga untuk membatasi pertemuan kelompok dalam bentuk apapun termasuk kerja. Katanya bakal ada patroli dari aparat yang berwenang untuk memastikan semua mematuhi aturan. Kantornya R ngasih panduan untuk karyawan harus jawab apa kalau kebetulan di stop aparat sewaktu dalam perjalanan ke kantor.

Minggu ini juga saya dapat email dari kampus kalau UCLA memperpanjang periode belajar online nya sampai akhir spring quarter, kira2 di awal Juni. Minggu ini juga saya dapat kabar kalau jadwal interview urusan imigrasi saya tertunda entah sampai kapan, sampai kantor imigrasi beroperasi normal kembali.

Terus terang saya merasa takut dan sedih, pertama dengan adanya pandemi ini dan melihat jumlah orang yang terinfeksi rasanya makin banyak aja tiap harinya. Sedih juga karena beberapa rencana harus ditunda dulu, walau ngga seberapa tapi jujur tetap berasa kecewa. Kemudian saya juga jadi merasa cemas, terutama mikirin Indonesia, namanya juga keluarga saya ada disana. Ragu apakah Indonesia bisa menangani pandemi ini dengan baik? mikirin keselamatan dan kesehatan keluarga dan teman2 di Indonesia. Makin cemas juga rasanya lihat keadaan ekonomi, khawatir banget kalau sampai ada kejadian krisis ekonomi.

Saya berusaha untuk melihat sisi positif dari kejadian ini, tapi terus terang masih susah. Yang bisa saya lakukan adalah terus berdoa semoga kejadian ini cepat berlalu, semoga kehidupan bisa kembali normal, dan semoga yang sakit segera sembuh, yang sehat jangan sampai sakit.

Gimana keadaan di tempatmu tinggal? semoga semua aman dan yang penting sehat selalu ya πŸ™‚ *virtual hugs*

Review “Crash Landing On You” Dari K-Drama Newbie

Setelah sekian lama mantau teman-teman yang terkena demam Korea, akhirnya dengan ini saya umumkan kalau saya kena juga.. hahahaha. Dari dulu tuh saya nggak pernah merasa tertarik sama hiburan Korea, mau itu musik atau film, apalagi artis2nya. Ya ngga tau kenapa tapi ngga selera aja kayaknya sih. Sejak mulai banyak drama Korea di Netflix beberapa teman yang tau selera saya nyaranin buat nonton serial ini itu tapi pas coba nonton kok bosen, mana bahasanya kan gak ngerti, pusing rasanya dengernya lol.

Dari mulai akhir taun banyak banget teman2 di media sosial ngomongin serial “Crash Landing On You” di Netflix tapi ya lewat gitu aja kan. Sampai minggu lalu kebetulan lagi banyak waktu luang dan cari2 serial TV baru buat di tonton, terus baca deh sinopsis nya si “Crash Landing On You” (Kita singkat aja jadi CLOY kayak orang2) dan tertarik karena settingan nya di Korea Selatan dan Utara. Penasaran aja sih.

Hari Kamis kemarin mulai lah saya nonton si CLOY. Episode 1 dan 2 ngga gitu tertarik. Terlalu banyak bumbu ga penting menurut saya, kayak berasa nonton sinetron Indonesia jaman dulu. Tapi karena settingan nya itu saya penasaran liat situasi kehidupan Korea Utara dan mutusin buat nonton terus.

Oh iya sebelum lanjut, kali aja ada yang nggak nonton- plot ceritanya tentang seorang wanita muda yang cantik dan sukses dari keluarga kaya di Korea Selatan (Se-Ri) yang nggak sengaja kebawa angin waktu lagi Paragliding dan mendarat di daerah militer perbatasan Korsel-Korut. Doi dianggap hilang di Korsel, padahal sebenarnya diketemukan sama Kapten Ri, anggota militer di daerah perbatasan. Ceritanya berlanjut soal gimana Se-Ri “terpaksa” hidup di Korut, gimana Kapten Ri dan tim nya berusaha mulangin Se-Ri ke Selatan, sampai tentunya gimana Se-Ri dan Kapten Ri akhirnya mulai naksir satu sama lain dong ya. Big Questions nya di epsiode2 awal tuh “gimana Se-Ri bisa pulang ke Selatan?” sama “gimana nasib hubungan Kapten Ri dan Se-Ri diantara border Utara dan Selatan?”

Sebagai penggemar serial TV amerika saya merasa lumayan kebiasa sama drama2 layar kaca lah macam serial The Fosters, Gossip Girl, The OC. Kalo kamu nonton juga TV series itu kan berasa ya kayaknya masalah tuh adaaaa aja nggak kelar2 hehehe. Ternyata drama2 itu nggak ada apa2 nya dibandingkan drama di universe nya CLOY ini teman2! hahaha.

Walaupun menurut saya masih banyak adegan2 kurang penting dan plot2 cerita yang gak terlalu relevan untuk menjawab 2 pertanyaan besar tadi, tapi ternyata CLOY suksessss membuat saya ketagihan dan menghabiskan 1 season (16 episode) selama Sabtu-Minggu kemarin. Sampai cuma tidur 3 jam lho pas malam minggu! hahahahaha ampun deh.

Makin lama tuh saya makin kepincut sama dinamika hubungan Se-Ri dan Kapten Ri, terus kalau mau ngebandingin sama dinamika hubungan serial TV Amerika, hubungan mereka di CLOY tuh kayak lebih menggemaskan, malu2, tapi keliatan banget permainan emosinya. Emang sih agak terlalu banyak adegan nangis yang kurang signifikan tapiiii masih bisa di fast forward 10 detik kok kalau kamu nontonnya di Netflix app. πŸ˜›

Menurut saya perkembangan hubungan mereka tuh berasa banget dan berhasil dibangun pelan2 tiap episode, jadinya makin lama tuh saya makin berasa emotionally invested sama hubungan mereka, duuuh! Walaupun saya udah bisa nebak kira2 ini ujungnya happy ending lah ya, tapi masih penasaran banget gimana cara mereka mencapai ending tersebut dan ternyata sepanjang jalan tuh ada drama kiri kanan yang nambah2 bikin saya emotionally invested.

Serial ini juga berhasil bangun cerita sampingan mulai dari pasukan kapten Ri yang lucu dan adorable banget bikin saya ketawa2 dan bahkan ada satu adegan di episode 15 yang malah bikin saya suksesss meneteskan air mata pas saya nonton adegan Se-Ri dan anggota pasukan kapten Ri ini. (FYI saya nggak nangis nonton Se-Ri dan kapten Ri tapi malah nangis pas liat pasukan nya hehehe). Terus ada juga cerita ibu2 di desa yang ujungnya jadi teman2 Se-Ri, ada cerita keluarga Se-Ri, keluarga kapten Ri, sampai masa lalu Se-Ri dan kapten Ri… dan tentunya drama militer karena gak seru kan serial drama tanpa adegan berantem dan tembak2an hehehe.

Saya ngajak R nonton dan dia suka juga walaupun dia cuma nonton beberapa episode, sisanya saya ceritain aja rekapnya haha. Tadi malam kami nonton 2 episode terakhir bareng2 dan cukup terhibur, saya sih lega banget sama endingnya hahaha, kalo si R merasa kalo kita perlu #BringJusticeToSeoDan (buat yang ngerti aja… lol). Dia terus2 nanyain nasibnya Seo Dan gimana hahahaha.

Tadi pagi sebelum saya memutuskan buat nulis blog ini saya sempet baca2 artikel dan liat2 Youtube buat cari apakah serial ini bakal ada season 2 nya, soalnya katanya CLOY tuh salah satu serial drama Korea yang paling sukses sepanjang sejarah. Katanya belum tau sih, tapi saya malah ketemu video2 soal artis dan aktor yang mainin Se-Ri dan Kapten Ri… dan pas nonton mikir, woow pantesan saya sampai segitunya, soalnya chemistry mereka berasa banget sih, bahkan pas lagi di-interview di luar syuting.

Saat ini sih saya masih pengen nonton ulang CLOY, terutama adegan2 lucu dan menggemaskan antara Se-Ri, kapten Ri, dan pasukannya. Apakah saya bakal nonton serial drama Korea lainnya? Kayaknya nggak deh untuk saat ini, soalnya masih terlalu emotionally invested sama serial ini hahahaha.

Kamu gimana, udah nonton? Kalau belum, tertarik nggak?