Sudden Sadness

In the midst of all things that have been happening lately, last Friday I went through a tough time with no particular reason. Well to be honest now I think the culprit was receiving an email from a future employer saying that they had to cancel my upcoming interview due to the situation, and that they’re unsure when they will be able to reschedule it. When I first got the email I didn’t feel anything, it was something that I actually have thought about because of the current situation with coronavirus and all that.

Then I went on to live my day, until a couple of hours later I suddenly felt this surge of sadness and cried uncontrollably. I literally sobbed until I was almost out of breath and felt very confused at the same time, because I didn’t know why I felt the surge of sadness.

Poor husband woke up from his sleep after a long shift at work only to find me sobbing uncontrollably. He tried to console me but I was too distressed and could not find the words to explain my feelings.

He then had to leave again for work so I was home alone and thankfully managed to calm myself down. I remembered that I had downloaded an app called Sayana – I’ve used the app several times before to help me understand my feelings and calm me down when times got rough.

So I opened the app and reported my feelings… and I got this very nice tips that I now keep in mind in case such thing happened again. As you probably know I’m almost running out of capacity on my wordpress account so I apologize that I can’t post pictures, instead I’m just going to write the tips here, hope that it will benefit you as much as it has benefited me.

The Thought Express by Sayana

I want to share an interesting metaphor about how we can observe our thoughts to avoid getting into negative emotional states.

Imagine yourself standing on the platform in a train station. The PA system tells you that there will be an express train coming by, so you need to stand back from the tracks.

Now imagine that train coming – you can probably feel it as well as hear it coming. The noise increases as it thunders through, buffeting you with a blast of wind.

Despite the intensity of the experience, we usually just let those express trains pass on by without a second thought. But when it comes to thoughts, we don’t let them go by. We get worked up and hop onto “thought express” without understanding where it takes us.

The express train metaphor shows how negative emotions and automatic thoughts work. They come on pretty quickly, and sometimes intensely, but if we don’t engage with them, they pass on by.

If we feel anger, hatred, jealousy, or any other strong emotion, we tend to dwell on it and that can have a long lasting, negative effect on our overall emotional state.

So, instead of jumping on that thought train, we can stand on the platform, notice the thoughts and feelings that come to us, let them pass until the right train arrives that will take us to where we want to go.

What do you guys think? I personally really like it and will try to practice it next time I feel a strong negative emotion. Do you have any other tips that you like to do when experiencing such thing? Do share and let’s support each other during these weird and difficult times.

As always I wish you are all healthy, safe and happy. Take good care of yourselves! πŸ™‚

Life in The Time of Coronavirus

Judulnya Bahasa Inggris tapi isinya Bahasa Indonesia, hehe. Apa kabar teman2? Pengen cerita soal kehidupan kami di Amerika akhir2 ini sejak COVID-19 sudah disebut sebagai pandemi.

Sebenarnya kan berita soal COVID-19 sudah ramai terdengar sejak akhir tahun lalu sejak pertama kali kejadian di Cina. Waktu itu kehidupan disini masih normal,bahkan sampai minggu lalu menurut saya kehidupan juga masih normal.

Mulai berasa hari Selasa minggu lalu ketika saya masuk kelas di kampus dan dosen bilang kalau baru aja ada pengumuman resmi bahwa UCLA menghentikan semua kegiatan pembelajaran di kelas, mengubahnya menjadi online sampai awal April. Hari Rabu nya saya masih ke kampus, ketemu beberapa teman untuk mengerjakan tugas kelompok. Hari Sabtu saya masih ke acara ulang tahun teman bersama 4 orang lainnya, hari Minggu masih ngopi bareng 4 orang teman.

Minggu sore dapat berita kalau mulai Senin kota LA mulai memberlakukan “lockdown”, yang artinya bisnis tutup kecuali yang berhubungan sama kesehatan, bahan pangan (supermarket) dan pemerintahan. Restoran cuma boleh terima order takeout atau delivery.

Minggu malam saya dan R belanja ke supermarket, hampir nggak kebagian apa2. Bukan niat nyetok barang sih, tapi emang kebetulan biasanya jadwal belanja mingguan kami hari Senin, nah karena katanya Senin mau lockdown ya kami belanja hari Minggu. Eh.. baru pernah liat langsung betapa kosongnya toko Target tempat biasa kami belanja, terutama di rak makanan kering, rak peralatan bersih2, dan minuman. Ngeri juga sih liatnya.

Senin-Selasa-Rabu kami kebanyakan di rumah, hanya keluar untuk hal yang benar2 perlu, itu juga keluar-masuk cepet2. R kebetulan libur hari Senin dan Selasa tapi hari Rabu kemarin dia sudah kembali bekerja, walaupun ada larangan kerja dari pemerintah setempat Orange County. Maklum, R kerjanya di bidang medis jadi tempat kerjanya memang lagi sangat padat dan butuh orang banyak, malah diminta lembur kalau bisa dan mau.

Kalau ditanya gimana situasi pasca lockdown di LA? jawabannya bervariasi. Peraturan pemerintah pun cukup bervariasi dari tiap2 daerah. Misalnya State of California punya peraturan sendiri. Orange County (tempat saya tinggal) dan LA County pun peraturan nya beda. Dalam County ada beberapa kota, dan LA County pun bukan hanya LA city. Jadi waktu hari Senin peraturan di LA city mulai berlaku, saya di rumah di Orange County belum merasakan efek dari restoran tutup, karena peraturan serupa baru resmi dikeluarkan di Orange County hari sesudahnya.

Mulai kemarin di Orange County ada peraturan baru yang mengharuskan warga untuk membatasi pertemuan kelompok dalam bentuk apapun termasuk kerja. Katanya bakal ada patroli dari aparat yang berwenang untuk memastikan semua mematuhi aturan. Kantornya R ngasih panduan untuk karyawan harus jawab apa kalau kebetulan di stop aparat sewaktu dalam perjalanan ke kantor.

Minggu ini juga saya dapat email dari kampus kalau UCLA memperpanjang periode belajar online nya sampai akhir spring quarter, kira2 di awal Juni. Minggu ini juga saya dapat kabar kalau jadwal interview urusan imigrasi saya tertunda entah sampai kapan, sampai kantor imigrasi beroperasi normal kembali.

Terus terang saya merasa takut dan sedih, pertama dengan adanya pandemi ini dan melihat jumlah orang yang terinfeksi rasanya makin banyak aja tiap harinya. Sedih juga karena beberapa rencana harus ditunda dulu, walau ngga seberapa tapi jujur tetap berasa kecewa. Kemudian saya juga jadi merasa cemas, terutama mikirin Indonesia, namanya juga keluarga saya ada disana. Ragu apakah Indonesia bisa menangani pandemi ini dengan baik? mikirin keselamatan dan kesehatan keluarga dan teman2 di Indonesia. Makin cemas juga rasanya lihat keadaan ekonomi, khawatir banget kalau sampai ada kejadian krisis ekonomi.

Saya berusaha untuk melihat sisi positif dari kejadian ini, tapi terus terang masih susah. Yang bisa saya lakukan adalah terus berdoa semoga kejadian ini cepat berlalu, semoga kehidupan bisa kembali normal, dan semoga yang sakit segera sembuh, yang sehat jangan sampai sakit.

Gimana keadaan di tempatmu tinggal? semoga semua aman dan yang penting sehat selalu ya πŸ™‚ *virtual hugs*

Mulai Cari Kerja

Tahun ini salah satu tujuan hidup saya adalah dapat kerjaan sesuai dengan pengalaman kerja di Indonesia. Kalau ngomong cari kerjaan aja sih banyak banget disini. Intinya banyak cara untuk cari uang secara halal di Amerika, tapi yang saya penasaran banget tuh bisa nggak sih saya melanjutkan karir saya disini sesuai pengalaman kerja di Indonesia?

Jadilah awal tahun ini saya mulai semangat lagi merapihkan resume, apalagi rencana nya bulan Juni nanti sudah mau wisuda. Awal bulan Januari kemarin saya datang ke acara job expo di kampus, sayangnya kurang membawa hasil soalnya acaranya dibuka untuk semua kalangan di kampus, mulai S1 sampai Doktor termasuk orang2 program sertifikat kayak saya… dan ternyata nggak banyak lowongan kerja yang sesuai bidang.

Oh iya kalau ada yang penasaran, bidang saya apa sih? Jawabnya: Marketing. Ya tapi kan luas, bagian apanya? Nah itu dia problem saya yang sebenernya bisa juga jadi keuntungan… pengalaman kerja saya agak kurang spesifik di dunia pemasaran. Saya pernah pegang posisi di marketing research, pernah di strategic marketing, pernah juga trade marketing, commercial marketing, digital marketing, sampai account management juga pernah. Asli gak fokus ya. Jadi bingung pas mau cari kerjaan disini.

Akhirnya saya memutuskan untuk sewa jasa career coach disini, dengan harapan ybs bisa bantu saya untuk mengidentifikasi area2 dimana saya punya kelebihan, kelemahan dan gimana cara mengatasinya.

Sejujurnya saya baru familiar sama konsep career coach ini sekarang sih. Dulu di Jakarta nggak pernah denger, atau mungkin udah ada tapi saya aja yang nggak tahu. Akhirnya saya bikin janji sama salah satu coach yang masih cukup junior (kalau senior bayarnya mahaaal… haha), tapi dilihat dari review nya bagus dan juga saya dapat rekomendasi dari teman disini.

Pas ketemu, orangnya baik banget dan tampak suportif, orangnya juga keliatan penuh empati dan pendengar yang baik. Jadi saya nyaman banget ceritain pengalaman kerja dan juga hal – hal yang saya alami dalam proses mencari kerja ini.

Hal pertama yang kita bahas adalah soal resume. Ternyata resume saya perlu banyak dirombak, karena formatnya nggak sesuai dengan kebutuhan pasar di Amerika. Ternyata juga saya banyak tendensi ngulang2 sesuatu. Fiuh, untung saya belum sebar resume, jadi masih bisa saya benerin.

Jadi, next step dari proses cari kerja saya adalah benerin resume. Setelah itu, saya ada janji ketemu dia lagi untuk sesi job search strategy, semoga dia bisa bantuin saya untuk cari kerja sesuai minat dan bakat.

Mumpung topiknya sesuai, saya mau bagi2 tips dari career coach saya ah… semoga bemanfaat ya πŸ™‚

Tips untuk membuat resume yang ok πŸ™‚

  1. Sesuaikan format dengan industri atau negara yang kamu tuju
  2. Untuk yang di Amerika, pahami konsep ATS dan pastikan resume kamu “ramah” ATS.
  3. Gunakan “action verbs” di bagian deskripsi pekerjaan. Misalnya, daripada nulis “responsible for”, lebih baik gunakan kata kerja seperti “managed, led, implemented, organized, oversaw” dan sebagainya…
  4. Siapkan 1 master resume yang isinya semua pengalaman kamu, jadi nanti kalau mau melamar pekerjaan ke perusahaan X Y Z tinggal copy dari master resume tersebut dan disesuaikan isinya sesuai kebutuhan. 1 untuk X, 1 untuk Y, 1 untuk Z.
  5. Coba sebanyak mungkin untuk membuat resume kamu jadi kuantitatif. Misalnya daripada nulis “managed project A” doang, bisa ditambah “managed project A in X cities, for 5 clients” dan sebagainya.

Ada tips lain nggak teman2? boleh lho ikutan share di komen.. anyway, doakan saya tahun ini bisa dapat kerja sesuai minat dan bakat ya teman2 πŸ™‚ buat kamu yang sesama pencari kerja, semangat! ❀

Kebiasaan Akhir Tahun di Amerika

Setelah semakin lama tinggal di Amerika, saya semakin sadar akan beberapa kebiasaan orang – orang di Amerika terutama menjelang periode pergantian tahun. Post ini bakalan random sih, tapi saya coba ceritain beberapa kebiasaan di Amerika yang saya baru sadari yaah (Kayaknya dulu udah pernah nulis tentang topik serupa tapi males carinya haha).

  • Kirim Kartu

Disini kirim kartu masih dijalanin banget, mulai dari ulang tahun, hari besar, bahkan sampai sekedar untuk say Hi kepada orang – orang terdekat juga bisa pakai kartu. Di Indonesia kayaknya terakhir saya kirim kartu waktu lebaran jaman masih kecil, nemenin orang tua beli di Gramedia hahaha.. tapi disini kartu tuh masih kepake banget dan bahkan jadi suatu hal yang normal. Kalau sama keluarga suami, urusan kirim kartu ini jadi sesuatu yang lebih spesial lagi terutama kalau ulang tahun, keluarganya kebiasaan nulis hal – hal yang baik dan “dalem” di kartu untuk yang ulang tahun, awalnya sempat bingung karena nggak kebiasa mengekspresikan perasaan lewat kartu, tapi sekarang udah mulai terbiasa. Yang lucu saya kirim kartu natal ke mama di Indonesia dengan model Amerika dong, nulis panjang lebar.. begitu sampe mama bingung hahaha.. seneng sih tapi dia bilang tumben2an, karena keluarga kami biasanya nggak model tulis-tulisan perasaan gitu πŸ˜€

  • Catet Alamat

Karena kirim kartu butuh alamat, jadi saya perhatikan orang – orang disini juga suka tanya alamat dan di catat baik2. Kalau pindah rumah, suka kirim pemberitahuan pindah rumah. Di Indonesia saya kayaknya banyak gak tau rumah temen dimana, kalaupun tau tempatnya, gak pernah catat alamat lengkapnya kecuali jaman udah mulai ada Gojek kalau ada perlu kirim sesuatu… Nah, gara2 kebiasaan ini saya baru aja beli buku alamat dan sekarang mulai catetin alamat teman2 dan keluarga. Seneng deh rasanya, padahal sebenarnya bisa dicatat secara digital tapi seneng aja bisa catat di buku.

  • Dekorasi Akhir Tahun

Bagian yang ini kayaknya sudah pernah saya ceritain sih, tapi akhir tahun kemarin baru ngeh kalau dekorasi akhir tahun tuh sesuatu yang dianggap serius banget disini. Dekorasi nya nggak cuma bertemakan natal, kadang hanya lampu – lampu meriah tanpa ornamen spesial. Tapi tetap kata kunci nya meriah! Sampai tahun kemarin saya belum ikutan dekorasi sih tapi rasanya akhir tahun ini saya mau mulai ikutan dekorasi biar lebih seru aja suasana akhir tahunnya.. berhubung saya belum upgrade kapasitas wordpress jadi nggak bisa pasang foto, kalau mau lihat suasana dekorasinya bisa lihat video ini yaa

  • Tukar Kado

Tukar kado ini juga jadi salah satu kegiatan akhir tahun yang rasanya dianggap penting di Amerika. Dulu di Indonesia saya sudah biasa sih sama acara tukar kado di keluarga mama yang merayakan Natal, juga di kantor dengan teman2 satu tim. Tapi disini rasanya lebih spesial karena tradisi tukar kado nggak cuma dijalankan antara sesama anggota keluarga, tapi juga dengan teman – teman dan juga rekan kerja di kantor. Dan yang juga bikin spesial adalah soal pemilihan kadonya. Kalau di Indonesia rasanya pilih kadonya lumayan “asal”, yang penting bagus dan masuk budget, kalau disini rasanya orang – orang lebih memperhatikan keinginan dan selera orang yang mau dikasih kado. Terus terang saya sempat agak pusing akhir tahun kemarin ketika harus mikirin kasih kado apa untuk keluarga dan teman – teman terdekat disini, karena saya pikirin satu persatu kesukaan orang tersebut dan juga tentunya harus disesuaikan juga sama budget rumah tangga hahaha. Sekedar tips yang saya pelajari tahun ini adalah rencanakan dari jauh hari, catat satu persatu orang yang mau dikasih kado dan kira – kira seleranya gimana. Kemudian, beli kadonya ketika periode diskon Thanksgiving atau Black Friday. Dengan begitu urusan kado bisa selesai dari jauh hari dan bisa beli barang bagus dengan harga hemat! πŸ˜€

Kebiasaan – kebiasaan tersebut saya lihat di daerah tempat tinggal saya di Los Angeles, mungkin beda kalau kamu tinggal di kota lain dan pastinya beda kalau kamu di negara lain. Kebiasaan akhir tahun apa sih yang kamu perhatikan di negara/kota tempat kamu tinggal? Ditunggu ya ceritanya πŸ™‚

January So Far

I said I was going to blog more often this year but it’s already the 18th and there’s only 1 blog post published this month. Hehe. It’s okay….

Anyway, this month I started my 3rd quarter in school which means I only have 1 left! Wooow! A couple days back I received an email from the school informing me about this year’s graduation date… which will be held in June. I still find it funny to attend graduation for a certificate program but God willing I will attend it just for the sake of celebrating another life’s milestones πŸ™‚ more about that later…

Since I’m almost done with school, I also have started to look for jobs that would be suitable for me after graduation. Well this part is really confusing, because I have to re-do my resume to tailor it to the US job market, highlighting the focus areas and eliminating the unnecessary details. I also have to look more carefully at job postings because some companies tend to use different names for the same job roles. Like this one time I found out that Key Happiness Manager is basically the same as Key Account Manager = basically keeping your customers and the company happy! hahahaha. But at the same time I’m also very excited to start this job hunting process because I feel like it’s time time to reinvent my career, hopefully towards a better direction.

There’s some other projects that I hope to progress this month and the coming months but I’m taking it one step at a time…

Oh, this month I also started to exercise more regularly. I joined a local gym and started to exercise 3x a week now woohoooww. I am enjoying it so far and I hope that the excitement won’t fade easily. I think I found the right gym and the right exercise that I really enjoy.

Well, that’s about it. a quick update from the California coast this January. I’ll be back with more stories and I hope that you are all having a great start of the year ❀

10 tahun

Sudah lama saya nggak cerita di blog ini, nggak terasa kita sudah ada di akhir tahun 2019 aja! Tadinya saya sempat nulis draft kilas balik setahun kebelakang, eh tapi liat post nya Deny tentang perjalanan satu dekade, jadi tersinspirasi pengen ikutan cerita. Terima kasih ya Deny inspirasinya πŸ™‚ Okelah, langsung aja kita mulai ceritanya…

2010 – 2013

Saya mulai dekade kemarin ini dengan optimisme tinggi. Awal tahun ada di Inggris, menyelesaikan program S2, usia saya 23. Tahun baruan di depan London Eye bareng teman – teman kuliah, bener – bener pengalaman yang nggak terlupakan sampai sekarang, termasuk pengalaman ketinggalan keluar kereta bersama seorang teman lain, hingga akhirnya harus menumpang nginap di tempat orang yang baru kenal (orang Indonesia juga) sambil nunggu kereta berikutnya di esok pagi… yaampun, hidup saya kayak kisah serial TV rasanya hahaha.

Setelah kemeriahan tahun baru 2010, saya bekerja keras mengerjakan tesis, lulus, pulang ke Indonesia, dan berjuang lagi mencari pekerjaan. Alhamdulilah dapat kerja di perusahaan yang sangat berkesan bagi saya, dan mulai bekerja di minggu pertama Januari 2011. Tapi nggak disangka, malam sebelum hari pertama kerja, saya diputusin pacar yang pada saat itu sudah pacaran lebih dari 2 tahun dan saya kira kami akan menikah di tahun 2011 itu. Hancurlah hidupkuuu.. hehehe. Setelah patah hati parah, saya berusaha untuk menata hidup kembali. Saya banyak berteman, baik dengan teman lama dan juga bertemu teman baru. Saya mencoba berbagai kegiatan baru, mulai dari olahraga hingga traveling.

Ternyata saya jatuh cinta dengan traveling. Waktu di Inggris saya sudah beberapa kali jalan – jalan sendiri, tapi nggak terlalu jauh dan lama. Di tahun 2012, saya pertama kali jalan – jalan sendiri keluar Indonesia dan ke negara yang saya nggak bisa bahasanya …. Vietnam dan Thailand. Setelah itu ketagihan, saya punya grup teman jalan yang kira – kira setahun 2x pergi liburan, mulai dari Surabaya, Bali, Karimun Jawa, Bromo, Padang, Lombok, Derawan.. seru!

2013 – 2016

Di tahun 2013, umur 26, saya pertama kali bertemu R πŸ™‚ berawal dari iseng dan dorongan dari dalam diri saya untuk “menerima tantangan”, kami bertemu dan the rest is history. Kami sepakat menjalani hubungan jarak – jauh walau pada saat itu nggak tau arahnya kemana… tapi ada sesuatu dalam diri saya yang bilang kalau saya nggak boleh menyerah gitu aja. Well, here we are now! πŸ™‚

Diluar percintaan, di tahun 2013 saya juga dapat promosi di kerjaan, dan akhirnya bisa jalan – jalan lebih sering hahaha. Waktu itu teman – teman di sekeliling saya banyak yang sudah mulai menikah, membeli properti, investasi, dan sebagainya… saya sibuk jalan – jalan aja hohoho. Sempet merasa “kecil” sedikit, tapi setelah saya pikir kembali sekarang ini – salah satu pelajaran hidup selama 10 tahun kebelakang adalah…. waktu orang beda – beda. Hidup orang beda – beda, jadi jangan pernah membandingkan hidup dengan orang lain.

Setelah promosi di tahun 2013 itu, saya terus membangun karir di perusahaan yang sama sampai kemudian di akhir tahun 2015 memutuskan untuk pindah perusahaan dan juga pindah industri. Awal tahun 2016 saya memulai karir di perusahaan baru, yang pada ujungnya memberikan sebuah pelajaran lagi… dan membuka mata saya tentang hal yang saya benar – benar inginkan, dan hal yang tidak saya inginkan.

Pelan tapi pasti hubungan saya dan R juga berjalan ke arah yang positif. Akhirnya, di tahun 2016 R melamar dan kami melakukan prosesi lamaran dengan keluarga dan teman terdekat di Jakarta, tanggalnya pas di hari ulang tahun mama πŸ™‚

2017 – 2019

Saya memulai awal 2017 dengan melakukan perubahan di karir saya, memutuskan untuk berhenti kerja full-time dan memulai bekerja freelance. Sebuah keputusan yang cukup berani tapi pada saat itu saya harus mementingkan kesehatan fisik dan mental daripada jabatan dan karir.

Setelah berhenti kerja, saya melakukan perjalanan solo “terakhir” sebagai wanita lajang ke Shanghai dan juga mengunjungi Disneyland Shanghai. Sambil bekerja freelance di sebuah advertising agency di Jakarta Selatan, saya juga mengambil beberapa project online dan sempat kena tipu sekitar $500! Saya sudah mengerjakan tugas yang diminta tapi orangnya habis itu kabur… huhuhu. Ya sudahlah.

Di akhir 2017 saya menikah dengan R, lalu nggak lama kemudian saya pindah ke Amerika Serikat, memulai hidup baru. Pindah ke negara baru dengan status baru sama sekali nggak mudah, tapi alhamdulilah kami baik – baik aja sampai sekarang, dan hidup kami juga terus diberkati dan dibimbing ke arah yang baik.

Tahun 2018 saya kehilangan tante saya secara mendadak, kedatangan mama selama sebulan, berjuang melawan anxiety karena proses kepindahan dan perubahan yang terjadi… tahun 2019 saya mulai sekolah lagi, kedatangan adik selama 2 minggu, sambil tetap menunggu kabar baik yang belum tiba. Nggak apa – apa, semua akan terjadi di saat yang tepat πŸ™‚

2020?

Nggak kerasa ya 10 tahun sudah berlalu dan benar – benar nggak nyangka perubahan yang terjadi dari awal dekade hingga akhir dekade. Nggak pernah kebayang kalau jodoh saya bakal ketemu di belahan dunia lain apalagi pindah ke negara lain ikut suami…

Jadi, harapan saya buat dekade berikutnya, apa ya… yang pasti saya kepengen banget sih mudah2an kabar baik nya bisa segera tiba, semoga semua rencana kami diberkati Allah dan dilancarkan, semoga keluarga di Indonesia baik – baik saja dan dapat rejeki mengunjungi kami disini kembali… dan juga untuk teman – teman semua, semoga lancar ya semua rencananya! ❀

P.S: Post kali ini nggak pakai foto soalnya kapasitas wordpress gratisan saya udah mau abis… hahaha… jadi dipilih – pilih deh upload fotonya πŸ˜‰

P.P.S: Selamat hari raya Natal dan Tahun Baru untuk teman semua yang merayakan, untuk yang nggak merayakan selamat menikmati hari liburnya, untuk yang nggak merayakan dan nggak mau ngucapin yaudah nggak apa – apa, untuk yang nggak merayakan dan nggak mau ngucapin tapi ngelarang – larang ngucapin…… ya nggak apa-apa juga tapi nggak usah ikutan hari liburnya kali yaa.. biar adil gitu πŸ˜‰ *peace out*

5 Favorite Things About The US

Hello and welcome back to β€œStories from the West” series. I’m doing this project withΒ DixieΒ and every month we are sharing 1 post about lives in our respective new countries; me in the US, Dixie in Sweden. Can’t believe that this is the 12th post on this series already! Anyway, this month’s topic is about favorite things in our respective countries. Enjoy and don’t forget to read Dixie’s post too! πŸ™‚

Now that I have been living in the US for almost two years, I can say that I made the right choice moving here – although the journey has not been easy, but I did discover a couple of favorite things along the way.

The Nature

The US is beautiful and I love how I can easily be out in nature only with a short drive from my house. The system takes good care of the nature here and they make it easy for us to visit. We have national parks in the US and they are managed carefully, some required an admission fee and some don’t. So far I have only been to three national parks here (Sequoia, Zion, and Joshua Tree) but all of them are breathtakingly beautiful and well managed. My favorite so far is Sequoia National Park, it’s an easy drive from Los Angeles and perfect for a weekend getaway.

Me with the Sequoias

The Entertainment

Well, what can I say about the entertainment here in the US? I guess everybody knows that the US is the capital of entertainment and I live right in the middle of it, in Los Angeles. Living in LA has been great to satisfy my crave of entertainment – there’s always something for everyone, everyday! During the first few months here, I was shocked to see the entertainment calendar – how it was filled by concerts of artists I’m familiar with almost every night! You know how I love concerts and if possible, I would go out every night and watch each one of them haha. So far I have ticked some items off my bucket list in terms of “must-see concerts”… including Justin Timberlake my childhood crush πŸ˜€

Justiiiinnn πŸ˜€

The Fact that It’s So Easy to Get Food From All Around The World ….

…especially Asian food. Having lived in the UK previously, I remember how hard it was for me to get proper Asian food. Indonesian food? just forget it, I think there’s only 1 Indonesian restaurant in London and nothing at all in Bournemouth, where I lived. Here in greater Los Angeles there are a couple of Indonesian restaurants including a food court with only Indonesian Food stalls! and there’s also 3 Indonesian restaurants nearby UCLA where I go to school… can you imagine, three?! I even had this moment where I got off school and went to one of the restaurants to eat soto mie, as if I was in college in Indonesia hahaha. But anyway, it’s super easy to get international food here, including the ones that I was not familiar with before.

The Theme Parks

I live 20 minutes away from Disneyland California, about an hour from Universal Studios Hollywood, and 1,5 hours from Legoland. Need I say more? hehehehe. I love theme parks so I have and I love the abundance of theme parks in the US. I guess theme parks is a big industry here and they go all out, giving customers a different level of experience with every visit. For example, I just went to Universal Studios horror nights last month and it was so entertaining!

At Universal Studios Hollywood

The Holidays

Americans love their holidays. There’s a holiday for every season, but we are now approaching my favorite one – year end holiday! November is the month of Thanksgiving, a holiday very much similar to Lebaran in Indonesia, where everybody would gather with their families to have a meal – lots of them! Anyway when it comes to celebrating the holiday season, people here like to go all out. Decorations, food, gatherings, all so festive and celebratory. Oh, can I ask what’s your favorite holiday? mine is Christmas! Well, you know why, right? πŸ˜›

One big Christmas Tree at my Neighborhood Mall

So that’s 5 of my favorite things in the US. There are more, but let’s stick to five for now. Now I’d love to hear your favorite things from the country you are living in. Please share it in the comment section below πŸ™‚