No English!

Halo, selamat hari Selasa! Ini ada cerita singkat aja tapi sampe sekarang masih bikin saya cekikikan kalo inget.

Minggu lalu saya lagi nganterin mertua ke dokter gigi. Lokasi dokter nya ada di sebuah plaza, di sebelahnya ada supermarket. Sambil nunggu, saya memutuskan untuk jalan – jalan ke supermarket. Sebelum masuk supermarket saya di cegat sama seorang sales person yang keliatannya sih mau nawarin sesuatu. Karena saya lagi nggak pengen di ganggu, saya senyum sambil bilang, “sorry, no English!” hahahaha. Si mbak bilang, OK, have a nice day! dan saya masuk ke dalam supermarket.

Continue reading “No English!”

2020… so far

Surely 2020 is not going to be easily forgotten. Funny enough, I started the year being in a middle of a crowd, celebrating NYE in LA’s Grand park downtown. There were fireworks, food trucks, live music.. ah, it was fun and lively.

Fast forward 7 months later, the thought of being in the middle of such crowd makes me shudder. Ain’t life funny.

Continue reading “2020… so far”

Perjalanan Panjang Adaptasi

Udah lama sih saya pengen nulis soal hal ini, tapi akhirnya baru kesampean sekarang. Rasanya saya udah pernah ngebahas sedikit di beberapa post terdahulu, soal proses adaptasi kepindahan saya ke Amerika. Nggak disangka, saat ini sudah 2,5 tahun saya pindah kesini.

Selama 2,5 tahun ini hidup saya banyak banget naik turunnya deh. Sampai ada masanya pengen balik ke Christa jaman dulu terus kasih tau soal segala tantangan yang dihadapi, biar Christa jaman dulu nggak cuma mikirin yang indah2 aja ketika memutuskan pindah ke Amerika.

Continue reading “Perjalanan Panjang Adaptasi”

Ramadan 2020

Hello everyone, it’s been a while since my last post. We are still in quarantine, haven’t left the house much except for few essential errands. Unsure when we will be able to resume normal activities again – perhaps we are redefining “normal”.

Anyway, I was going to post frequently during the quarantine. After all, I am out of school, jobless, and had all my plans for this Spring postponed. However, reality hits different. I was not in a good condition, and often times I found myself lacking the motivation to do anything.

Continue reading “Ramadan 2020”

Gara – Gara Rona

Di Amerika ada istilah yang cukup sering digunakan oleh anak muda untuk menyebut Coronavirus, yaitu “Rona”. Kalau kamu rajin buka media sosial seperti TikTok, Twitter atau Instagram mungkin sering liat hashtag #RonaMadeMeDoIt yang isinya hal2 baru atau kepepet yang dilakukan orang2 selama masa karantina ini, misalnya masak ini itu atau bikin proyek DIY.

Saya sendiri di California sekarang udah memasuki minggu ke-4 masa #DiRumahAja. Bersyukur banget saya masih bisa keluar rumah sedikit2 – jogging di sekitar rumah, belanja bahan makanan atau juga beli makanan dari restoran untuk dibawa pulang. Bersyukur juga situasi rumah yang saya tinggali cukup nyaman walau seadanya. Yang paling penting sih bersyukur saya, keluarga dan teman2 (termasuk kamu yang baca yaa semoga) masih diberikan rejeki sehat 🙂

Continue reading “Gara – Gara Rona”