Kebiasaan Akhir Tahun di Amerika

Setelah semakin lama tinggal di Amerika, saya semakin sadar akan beberapa kebiasaan orang – orang di Amerika terutama menjelang periode pergantian tahun. Post ini bakalan random sih, tapi saya coba ceritain beberapa kebiasaan di Amerika yang saya baru sadari yaah (Kayaknya dulu udah pernah nulis tentang topik serupa tapi males carinya haha).

  • Kirim Kartu

Disini kirim kartu masih dijalanin banget, mulai dari ulang tahun, hari besar, bahkan sampai sekedar untuk say Hi kepada orang – orang terdekat juga bisa pakai kartu. Di Indonesia kayaknya terakhir saya kirim kartu waktu lebaran jaman masih kecil, nemenin orang tua beli di Gramedia hahaha.. tapi disini kartu tuh masih kepake banget dan bahkan jadi suatu hal yang normal. Kalau sama keluarga suami, urusan kirim kartu ini jadi sesuatu yang lebih spesial lagi terutama kalau ulang tahun, keluarganya kebiasaan nulis hal – hal yang baik dan “dalem” di kartu untuk yang ulang tahun, awalnya sempat bingung karena nggak kebiasa mengekspresikan perasaan lewat kartu, tapi sekarang udah mulai terbiasa. Yang lucu saya kirim kartu natal ke mama di Indonesia dengan model Amerika dong, nulis panjang lebar.. begitu sampe mama bingung hahaha.. seneng sih tapi dia bilang tumben2an, karena keluarga kami biasanya nggak model tulis-tulisan perasaan gitu ๐Ÿ˜€

  • Catet Alamat

Karena kirim kartu butuh alamat, jadi saya perhatikan orang – orang disini juga suka tanya alamat dan di catat baik2. Kalau pindah rumah, suka kirim pemberitahuan pindah rumah. Di Indonesia saya kayaknya banyak gak tau rumah temen dimana, kalaupun tau tempatnya, gak pernah catat alamat lengkapnya kecuali jaman udah mulai ada Gojek kalau ada perlu kirim sesuatu… Nah, gara2 kebiasaan ini saya baru aja beli buku alamat dan sekarang mulai catetin alamat teman2 dan keluarga. Seneng deh rasanya, padahal sebenarnya bisa dicatat secara digital tapi seneng aja bisa catat di buku.

  • Dekorasi Akhir Tahun

Bagian yang ini kayaknya sudah pernah saya ceritain sih, tapi akhir tahun kemarin baru ngeh kalau dekorasi akhir tahun tuh sesuatu yang dianggap serius banget disini. Dekorasi nya nggak cuma bertemakan natal, kadang hanya lampu – lampu meriah tanpa ornamen spesial. Tapi tetap kata kunci nya meriah! Sampai tahun kemarin saya belum ikutan dekorasi sih tapi rasanya akhir tahun ini saya mau mulai ikutan dekorasi biar lebih seru aja suasana akhir tahunnya.. berhubung saya belum upgrade kapasitas wordpress jadi nggak bisa pasang foto, kalau mau lihat suasana dekorasinya bisa lihat video ini yaa

  • Tukar Kado

Tukar kado ini juga jadi salah satu kegiatan akhir tahun yang rasanya dianggap penting di Amerika. Dulu di Indonesia saya sudah biasa sih sama acara tukar kado di keluarga mama yang merayakan Natal, juga di kantor dengan teman2 satu tim. Tapi disini rasanya lebih spesial karena tradisi tukar kado nggak cuma dijalankan antara sesama anggota keluarga, tapi juga dengan teman – teman dan juga rekan kerja di kantor. Dan yang juga bikin spesial adalah soal pemilihan kadonya. Kalau di Indonesia rasanya pilih kadonya lumayan “asal”, yang penting bagus dan masuk budget, kalau disini rasanya orang – orang lebih memperhatikan keinginan dan selera orang yang mau dikasih kado. Terus terang saya sempat agak pusing akhir tahun kemarin ketika harus mikirin kasih kado apa untuk keluarga dan teman – teman terdekat disini, karena saya pikirin satu persatu kesukaan orang tersebut dan juga tentunya harus disesuaikan juga sama budget rumah tangga hahaha. Sekedar tips yang saya pelajari tahun ini adalah rencanakan dari jauh hari, catat satu persatu orang yang mau dikasih kado dan kira – kira seleranya gimana. Kemudian, beli kadonya ketika periode diskon Thanksgiving atau Black Friday. Dengan begitu urusan kado bisa selesai dari jauh hari dan bisa beli barang bagus dengan harga hemat! ๐Ÿ˜€

Kebiasaan – kebiasaan tersebut saya lihat di daerah tempat tinggal saya di Los Angeles, mungkin beda kalau kamu tinggal di kota lain dan pastinya beda kalau kamu di negara lain. Kebiasaan akhir tahun apa sih yang kamu perhatikan di negara/kota tempat kamu tinggal? Ditunggu ya ceritanya ๐Ÿ™‚

January So Far

I said I was going to blog more often this year but it’s already the 18th and there’s only 1 blog post published this month. Hehe. It’s okay….

Anyway, this month I started my 3rd quarter in school which means I only have 1 left! Wooow! A couple days back I received an email from the school informing me about this year’s graduation date… which will be held in June. I still find it funny to attend graduation for a certificate program but God willing I will attend it just for the sake of celebrating another life’s milestones ๐Ÿ™‚ more about that later…

Since I’m almost done with school, I also have started to look for jobs that would be suitable for me after graduation. Well this part is really confusing, because I have to re-do my resume to tailor it to the US job market, highlighting the focus areas and eliminating the unnecessary details. I also have to look more carefully at job postings because some companies tend to use different names for the same job roles. Like this one time I found out that Key Happiness Manager is basically the same as Key Account Manager = basically keeping your customers and the company happy! hahahaha. But at the same time I’m also very excited to start this job hunting process because I feel like it’s time time to reinvent my career, hopefully towards a better direction.

There’s some other projects that I hope to progress this month and the coming months but I’m taking it one step at a time…

Oh, this month I also started to exercise more regularly. I joined a local gym and started to exercise 3x a week now woohoooww. I am enjoying it so far and I hope that the excitement won’t fade easily. I think I found the right gym and the right exercise that I really enjoy.

Well, that’s about it. a quick update from the California coast this January. I’ll be back with more stories and I hope that you are all having a great start of the year โค

Tahun Baru

Di awal tahun baru ini saya sempat mengalami serangan kecemasan ringan yang untungnya bisa saya hadapi dengan baik. Kata terapis saya kalau ada apa2 (maksudnya kalau lagi merasa overwhelmed sama pikiran2 dan jadi panik), hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima keadaan tersebut dibandingkan dengan berusaha menghilangkannya saat itu juga (yang bisa berujung pada denial). Bener sih, dengan menerima, saya jadi bisa lebih mengerti diri sendiri dan juga mendapatkan sebab2 dari kepanikan atau kecemasan yang saya rasakan dan bisa move on dengan kondisi yang lebih baik.

Jadi, sebabnya adalah saya stress lihat kejadian kurang menguntungkan yang terjadi di dunia pada awal tahun kemarin, terutama banjir di Jakarta yang dirasakan imbasnya oleh beberapa rumah tante dan om saya juga teman baik saya. Tahu sendiri kan waktu di Amerika bagian sini lebih lambat daripada di Indonesia, jadi di saat saya lagi menunggu detik2 countdown di downtown LA, grup whatsapp keluarga lagi saling menanyakan kabar soal banjir dan sepupu saya kirim foto rumah keluarga yang kerendam air kira2 setinggi meja makan ๐Ÿ˜ฆ Hancurlah hatikuuu…

Terus kebetulan juga tahun ini saya punya banyak rencana pribadi yang ingin saya capai, yang sudah saya pikirkan dari akhir tahun lalu. Pengen ini, pengen itu, harus ini, harus itu.

Alhasil kena lah serangan panik. Kepala saya rasanya penuh, mikirin saya musti ngapain? liat kondisi dunia yang kacau terutama soal global warming, saya bisa apa? apa iya pakai sedotan kaca buat minum boba dan bawa kantong belanja kemana – mana cukup untuk mencegah dampak global warming? Belum lagi soal perkembangan diri sendiri. Saya mikirin gimana saya harus mulai hidup lebih sehat, nah terus lebih sehat itu indikator nya apa? Turun berat badan? mau memperbaiki kondisi sehat fisik apa mental? atau keduanya? Jadi harus olahraga dan melatih mindfulness? caranya gimana? nulis jurnal harian? bangun tidur minum air lemon hangat? Yaampun pusing kan… panik deh akhirnya.

Untung paniknya nggak berlangsung lama. Kejadiannya waktu itu pagi – pagi sehabis bangun tidur, jadi saya tenangkan diri dulu beberapa saat, sambil berusaha tidur kembali (untungnya masih libur). Ketika bangun kedua kalinya, pikiran sudah tenang dan badan lebih enteng rasanya. Fiuh.

Sejak saat itu, saya masih berusaha sih supaya nggak terlalu menaruh beban pada diri sendiri. Jalani hari demi hari sebaik mungkin aja, baik itu untuk lingkungan dan juga diri sendiri. Yang pasti saya coba lakukan tiap hari sih berusaha lebih aktif di tahun 2020 ini, demi tujuan hidup lebih sehat jiwa raga.

Semoga kita semua selalu sehat dan semangat ya! Salam semangat! ๐Ÿ˜€