Gara – Gara Rona

Di Amerika ada istilah yang cukup sering digunakan oleh anak muda untuk menyebut Coronavirus, yaitu “Rona”. Kalau kamu rajin buka media sosial seperti TikTok, Twitter atau Instagram mungkin sering liat hashtag #RonaMadeMeDoIt yang isinya hal2 baru atau kepepet yang dilakukan orang2 selama masa karantina ini, misalnya masak ini itu atau bikin proyek DIY.

Saya sendiri di California sekarang udah memasuki minggu ke-4 masa #DiRumahAja. Bersyukur banget saya masih bisa keluar rumah sedikit2 – jogging di sekitar rumah, belanja bahan makanan atau juga beli makanan dari restoran untuk dibawa pulang. Bersyukur juga situasi rumah yang saya tinggali cukup nyaman walau seadanya. Yang paling penting sih bersyukur saya, keluarga dan teman2 (termasuk kamu yang baca yaa semoga) masih diberikan rejeki sehat πŸ™‚

Continue reading “Gara – Gara Rona”

5 Quirky Things About America

Hello and welcome back to “Stories from the West” series. I’m doing this project with Dixie and every month we are sharing 1 post about lives in our respective new countries; me in the US, Dixie in Sweden. This month’s topic is about the quirks we found about the adopted country. Enjoy and don’t forget to read Dixie’s post too! πŸ™‚

Festive Season all Year Long

Back in Indonesia, festive season happened twice a year; on Christmas and Idul Fitri. That’s when I would see decorations everywhere, in houses and public spaces; Green/Gold for Idul Fitri and Red/Green for Christmas. Here in The US, it seems like there are reasons to decorate/celebrate all year long, with different ones each month… like how we are decorating for Halloween in October, Thanksgiving in November, and of course Christmas in December. Well, they say the more the merrier!

The Measurement System

This is one of the hardest things that I need to adapt, seriously. I don’t understand why the US use miles instead of kilometers when it comes to measuring speed / distance, pounds instead of kilograms when measuring weight… and so on. Why can’t this country be “normal” like the rest of the world?! :)))))

We Talk Loud… Oops!

I don’t know why, but Americans tend to talk loud especially in public, for example when they are on the phone. I could easily hear whatever they are talking just because they talk so loud! I’m sure you know what I mean if you have met American tourists or if you have seen American movies… trust me it is what it is in real life, and sometimes I found myself starting to do the same thing especially when I’m talking with my classmates! O-ow!

A Different Approach on Advertising

In Indonesia and the UK, Advertising are primarily used for commercial goods, sometimes business goods. Here in The US, it’s common to see ads for lawyers, doctors, and the thing that I still find funny… prescription drugs. I’m not sure how it is in the East Coast but try to drive the freeway in California and you would see a ton of billboard ads for lawyers and doctors. Try to watch American TV network and you would see at least one ad for a prescription drug, followed by long disclaimer, of course.

Humongous Food Portion

I remember the first time I was here on vacation; I was shocked to see how big the food portion in the US is! This makes eating out relatively cheap because you can buy a portion and get enough to last you 2-3x meals. After almost 2 years in the US, I can say that I’m getting used to the food portion and just take home whatever I have left. As soon as I reach home, I would reportion the leftovers into smaller containers and store it in the fridge. At first I was not comfortable in saving food in the fridge because in Indonesia food can get bad easily due to its humidity… but it’s not the case here, your leftovers can still be good for the next 3-4 days or so, as long as it’s kept in the fridge. I still found it weird, but I guess I’m starting to get used to it now.

So those are the 5 things that I found quirky here in the US. It was hard for me to adapt to those quirks but as time goes by, it has became the new normal for me hahaha… anyway, let me know if there’s some quirks in your country, I’d love to hear it too! πŸ™‚

Sunday

I woke up early, and we decided to get breakfast. We tried a brunch cafe not far from our house, only 10 minutes drive away. We were the first guests when we arrived at 7AM, right when they just opened. Not long after, another couple came in. Then another. And another. It was a full house by 7:30AM. Wow, it looks like the cafe is quite popular in the neighborhood. Why haven’t we been here before, I asked R. Let’s try the food first, he said.

I ordered a typical American breakfast menu – eggs, sausage, potatoes and toast. Only I asked for the toast to be changed to english muffins. It’s the closest I can get to crumpets here :)))) R ordered pesto bagel – it was really good, he said. I also had a cup of latte which was not bad at all, similar to what I usually make at home. But it’s Sunday, I want someone to make my coffee because I don’t wan’t to deal with the dishes :)))))

After breakfast we spent a bit of time at the beach, then went back home. I did some freelance work, R went on relaxing. He needed the rest&relaxation day after his long week.

I was too caught up with work when I realised it’s already past 4PM and we haven’t had lunch. I woke R up, we were both starving. Well, it’s the perfect time to use our Gyu-kaku points, I said. Let’s go! He said. There’s nothing better than eating good food with points, which brought down our bill to 50% less! πŸ˜€

Btw, tonight is the start of Ramadan. We will be fasting for a whole month starting tomorrow. So we went to Target to stock up on some pantry items. I haven’t finished my meal plan so I just stock up on some fruits, oatmeal and protein bars for our suhoor. We will be fasting for 15 hours this year, and this is going to be my second Ramadan in the US. I’m excited! I’m hoping for some miracles this month and I’m also looking forward to reflect and give back.

Now I’m relaxing at home. It’s been a long day. R is right beside me, watching Game of Thrones. I don’t follow the series, I just don’t get the hype. Don’t get me wrong, I tried to watch a couple of episodes… Anyway I let him have the TV every Sunday night, so here I am typing in my WordPress app while listening to Spotify with earphones on. All good, it’s been a good day, and I hope it will be a good Ramadan for us all πŸ™‚

Tentang 3 Hal

Tau nggak, akhir2 ini saya banyak banget ide buat blog terus semuanya mandek di draft nggak selesai2 karena pas lagi nulis adaaa aja gangguan. Jadi mari kita coba nulis post ini, dari HP, nggak pake mikir, supaya blog ini nggak sepi2 banget gitu πŸ˜‰

Anyway, mau cerita beberapa hal yang kejadian atau saya lagi pikirin akhir – akhir ini.

Tentang Pengemudi Taksi Online

Akhir- akhir ini saya lagi sering naik taksi online. Disini ada 2, namanya Uber dan Lyft. Saya lebih sering pakai Lyft soalnya ada app yang bisa kasih cash back. Hampir setiap perjalanan saya ngobrol sama supirnya. Kebanyakan mereka yang ngajak ngomong duluan. Maklum, orang Amerika emang terkenal suka (banget) small talks dan ngajak ngomong orang. Awalnya saya canggung, lama – lama kebiasa. Lucu deh, dalam sekitar 10-15 menit perjalanan, saya bisa tau jumlah anak si supir, dulu kerja dimana, dan cerita – cerita unik lainnya. Ada orang yang habis rugi gila – gilaan karena trading bitcoin, ada yang pensiunan tapi bosen di rumah aja, ada imigran yang baru datang dari Timur Tengah dan sedang berusaha settle disini. Kayaknya saya udah pernah cerita beberapa kali tentang pengalaman saya dengan supir taksi online ini, jadi saya mau update aja kalau sekarang saya makin jago small talks! Yay! Hahahaha. Dengan senang hati saya bisa nanggepin mereka ngobrol, itung – itung bikin perjalanan saya makin gak berasa.

Tentang Buku Bacaan

Kalau kamu temenan sama saya di Goodreads, mungkin kamu lihat kalau saya punya reading challenge yang sedang saya jalanin. Tahun ini saya menantang diri saya untuk baca 24 buku – kurang lebih 2 buku sebulan, gitu kan. Eh nggak disangka, di bulan April ini sekarang saya udah baca 18 buku! Kayaknya bakal jauh melewati target nih πŸ™‚ saya jadi sering baca gini soalnya rumah tetanggan sama perpustakaan kota, terus sekalian saya ingin belajar banyak soal budaya Amerika tempat saya tinggal sekarang. Makanya kalau lihat daftar buku yang saya baca, isinya kebanyakan buku Amerika yang setting nya di Amerika, plus buku – buku tentang Imigrasi / cerita Imigran disini.. beberapa buku favorit yang saya baca tahun ini adalah bukunya Michelle Obama – Becoming (aduh ini orang superrrrr inspiratif!!!), Jose Antonio Vargas – Dear America, dan kalo fiksi bukunya Rachel Joyce – The Music Shop. Buku pertama tentang hidupnya Michelle Obama dan sebenernya saya nggak suka baca biografi, tapi buku ini bagus banget! Saya suka gaya ceritanya dia dan belajar banyak dari hidupnya. Buku kedua tentang hidupnya Jose Antonio Vargas yang “terpaksa” jadi imigran gelap di Amerika. Masalah imigrasi memang cukup pelik disini, cerita Jose cuma 1 dari sekian banyak imigran gelap lainnya. Saya sempet baca beberapa buku soal imigran lainnya tapi dia juga sempet menyelipkan beberapa fakta soal kebijakan2 dan bikin saya makin aware sama isu imigrasi ini. Buku ketiga sih drama komedi ya.. tapi saya suka banget sama pemaparan tokoh2 nya dan juga karena ceritanya diselingi oleh musik2, sesuai judulnya. Kalau kamu, buku apa yang berkesan di tahun ini?

Tentang Jane The Virgin

Tanpa disadari saya udah berasa ngetik banyak juga nih (hore!) dan sebelum udahan saya mau cerita soal serial Jane The Virgin yang saya lagi tonton. Penting nggak penting, tapi baca terus yaa hehehe. Jadi saya kan udah ngikutin serial ini dari season 1. Ceritanya macem2, namanya juga telenovela. Penuh drama. Tapi inti nya Jane ini selalu terlibat cinta segitiga. Awalnya hidupnya baik2 aja, dia punya tunangan namanya Michael. Tiba2 dia nggak sengaja diinseminasi (panjang ceritanya) dan jadi hamil anaknya Rafael. Long story short, dia lahirin anaknya Rafael, nikah sama Michael, dan hidup bahagia sampai… Michael meninggal! Terus fast forward 4 tahun kemudian dia akhirnya berhasil menata hidupnya kembali, dan akhirnya menjalin hubungan sama Rafael, dan udah mau nikah. Tiba-tiba Michael hidup lagi!! Ternyata selama ini mereka semua “dikerjain” sama tokoh antagonis namanya Rose dan Michael nggak meninggal tapi cuma dibuat lupa ingatan dan selama ini juga menjalani hidup baru sebagai Jason di Montana yang hidupnya bedaaaa banget sama hidupnya Michael. Bayangin dong perasaan Jane pas tau?! Drama banget kan! Hahahaha. Saya punya pertanyaan iseng nih. Kalau jadi Jane, kamu bakal tetap sama Rafael atau Michael? Atau nggak 2-2 nya? πŸ˜›

Okelah sekian cerita random saya hari ini. Semoga post berikutnya nggak terlalu lama dan saya bisa kelarin drafts yang ampir bulukan hehe. Oh iya, selamat Paskah bagi yang merayakan dan selamat akhir pekan teman-teman! πŸ™‚

Kunjungan Mama (part 3)

Oke jangan bosen yaa baca cerita kunjungan Mama hehehe. Rasanya pengen cerita yang lengkap gitu, baru deh lanjut cerita2 yang lain. Anyway, di post ketiga ini saya mau ceritain soal road trip kami ke San Francisco.

Jadi, waktu tempuh perjalanan dari Los Angeles ke San Francisco kalau naik mobil itu sekitar 6,5 jam. Tadinya saya dan R sempet bingung, mau naik pesawat (mahal), naik bus (mikir repot di SF nya gak ada mobil karena kali ini kita bawa mama), atau bawa mobil aja dari LA. Akhirnya kami memutuskan untuk bawa mobil supaya seru, dan dihitung2 juga biayanya sama aja kalau kita naik bus plus transportasi di SFnya.

Kami berangkat hari Minggu sore sekitar jam 6, itu juga mampir dulu makan malam dan sempet berhenti beberapa kali untuk beli kopi, isi bensin, jajan, dan sebagainya hehe. Perjalanan ke SF lumayan ngebosenin, karena malam hari kali ya, nggak ada pemandangan yang bisa dilihat dan sepanjang jalan kosongggg melompong. Soalnya kami pakai rute paling cepat, padahal sih sebenarnya ada rute yang lebih indah pemandangannya tapi lebih lama waktu tempuhnya, yaitu lewat Pacific Coast Highway (inget lagunya nggak?). Kami sampai di SF sekitar jam 3 pagi. Langsung istirahat karena jam 10 pagi nya langsung diajak saudara kami yang kebetulan tinggal di SF untuk jalan2 ke Monterey.

Monterey itu kota kecil di pinggir pantai yang jaraknya sekitar 2 jam dari SF. Monterey seru banget, kotanya cantik, banyak yang bisa dilihat, sayang karena kami perginya rame2 jadi agak susah berhenti2 sesuai keinginan, jadi saya mau banget balik lagi suatu hari apalagi kalau lagi panas πŸ™‚

Setelah seharian di Monterey bareng keluarga, kami menghabiskan waktu di kota SF nya selama 2 hari 1 malam. Hari pertama saya ajak mama ke Pier 39 dan Ghirardelli Square. Dari Ghirardelli Square kami naik SF tram lanjut ke Union Square. Tram ini cukup terkenal di SF, dan biasanya selalu antri. Tapi kalau kamu naik dari Ghirardelli Square, antriannya nggak separah itu kok! Harga sekali jalan $7, cukup mahal sih untuk ukuran transportasi umum, tapi boleh juga dicoba untuk atraksi wisata mumpung lagi di SF πŸ™‚

Hari terakhir sebelum pulang kami sempat ajak Mama lihat Golden Gate Bridge karena ya memang nggak lengkap ke SF tanpa lihat jembatan ini, ya nggak sihh… dan kali ini karena kami naik mobil sendiri, jadi bisa lihat jembatannya dari Marin Headlands yang letaknya diatas bukit, jadi pemandangannya lebih keren! Kalau memang kamu ke SF dan ada mobil sendiri, coba deh lihat Golden Gate Bridge nya dari Vista Point/Marin Headlands daripada dari visitors centernya. Musti bayar tol sih, tapi pemandangannya worth it kok!

Setelah itu, kami mampir juga ke Lands End. Ini sesuai namanya bener2 kayak di ujung dunia deh. Tapi pemandangannya juga bagus banget! Sayangnya lagi mendung ya (tapi di SF emang hampir selalu mendung kan… kalo mau cerah ya ke LA hehehehe :P), tapi pemandangannya, suasananya, bener2 menarik. Kalau nggak pakai mobil sendiri, transportasi umum kesana agak susah karena ya letaknya emang jauh dari mana2, jadi kalau kamu ke SF dan ada mobil sendiri, wajib banget ke Lands End!

Karena terlalu terpesona sama Lands End, kami akhirnya pulang jam 8 malam dari SF… padahal tadinya mau lihat pemandangan sambil pulang, batal lagi deh. Perjalanan pulang lebih parah dari berangkat karena kami udah capek banget dan memang jalanannya luruuuuus aja tanpa ada pemandangan apa2. Kami harus stop berkali – kali untuk istirahat dan akhirnya sampai dirumah jam 4 pagi πŸ˜€

Pengalaman yang cukup seru road trip bareng Mama ke San Francisco, walaupun kalau boleh pilih mungkin besok2 road tripnya siang2 aja jangan malam hari supaya nggak terlalu capek hehe. Kalau kamu, kapan terakhir kali road trip?