My Dad

My Dad was an extraordinary man. I also like to believe that he lived an extraordinary life. He fought an extraordinary battle with lung cancer before God decided it was his time to rest eternally.

He was the fourth out of five children, the second-born son in his family. He was the cheeky one, with an outgoing personality. As a father, he was the wheels that kept our family moving. He was loving, he was present, and he was fun.

He wanted the best for this family, so he worked hard. He wanted us to see the world, so he took us. We didn’t have a lot but somehow he always managed to spoil us with presents, family vacations, family outings, and his time.

His time was precious – he was a busy man. Often times he would leave for work before I woke up and only came home after I went to bed, but then my mom made a deal with him – that he had to take me and my brother to school everyday whenever possible. (I guess this made my mom the rock that holds our family together but that’s a story for another day…)

So he did. No matter how late he came home the other night, he always took me to school until I graduated high school. I remember the drive, where we would talk about anything. I cherish that moments, and I kept replaying that moment over and over, wishing that it never goes away.

I guess I was too small when he left, or maybe the tragedy of losing him left a mark on me, that I now startung to struggle to remember details about my encounter with him. It breaks my heart that memories of our togetherness are starting to fade away, that I now only see snippets of images instead of the whole picture when I try to remember.

But I remember the kind of man he was. He was a hardworker, one that still had the time for family and friends. He was much loved by his friends, I know that his staffs and colleagues loved him too. He put family first, always with open arms to help. He was stylish, presentable, neat. I remember his polo shirt and the way he always brings a handkerchief in his pocket.

I remember his upbeat personality, how he lit up the room whenever he walked in, how he liked to sing on events (his favorite karaoke song is Separuh Nafas by Dewa 19 haha). I remember his love for sports, how he played it all – basketball, hockey, golf… and how his love for sports guided me to finish my first 5K race.

Although it has been 12 years since he passed, every day I try to live my life following what he showed me. One can only hope that he’s happy to see that person I have become 😊

I wanted to post my favorite picture of him but I couldn’t find a digital version of it, so this picture will do (and yes, that’s baby- me! :D)

Happy Father’s Day to my #1, and to every outstanding Dads out there!

Kunjungan Mama (part 3)

Oke jangan bosen yaa baca cerita kunjungan Mama hehehe. Rasanya pengen cerita yang lengkap gitu, baru deh lanjut cerita2 yang lain. Anyway, di post ketiga ini saya mau ceritain soal road trip kami ke San Francisco.

Jadi, waktu tempuh perjalanan dari Los Angeles ke San Francisco kalau naik mobil itu sekitar 6,5 jam. Tadinya saya dan R sempet bingung, mau naik pesawat (mahal), naik bus (mikir repot di SF nya gak ada mobil karena kali ini kita bawa mama), atau bawa mobil aja dari LA. Akhirnya kami memutuskan untuk bawa mobil supaya seru, dan dihitung2 juga biayanya sama aja kalau kita naik bus plus transportasi di SFnya.

Kami berangkat hari Minggu sore sekitar jam 6, itu juga mampir dulu makan malam dan sempet berhenti beberapa kali untuk beli kopi, isi bensin, jajan, dan sebagainya hehe. Perjalanan ke SF lumayan ngebosenin, karena malam hari kali ya, nggak ada pemandangan yang bisa dilihat dan sepanjang jalan kosongggg melompong. Soalnya kami pakai rute paling cepat, padahal sih sebenarnya ada rute yang lebih indah pemandangannya tapi lebih lama waktu tempuhnya, yaitu lewat Pacific Coast Highway (inget lagunya nggak?). Kami sampai di SF sekitar jam 3 pagi. Langsung istirahat karena jam 10 pagi nya langsung diajak saudara kami yang kebetulan tinggal di SF untuk jalan2 ke Monterey.

Monterey itu kota kecil di pinggir pantai yang jaraknya sekitar 2 jam dari SF. Monterey seru banget, kotanya cantik, banyak yang bisa dilihat, sayang karena kami perginya rame2 jadi agak susah berhenti2 sesuai keinginan, jadi saya mau banget balik lagi suatu hari apalagi kalau lagi panas πŸ™‚

Setelah seharian di Monterey bareng keluarga, kami menghabiskan waktu di kota SF nya selama 2 hari 1 malam. Hari pertama saya ajak mama ke Pier 39 dan Ghirardelli Square. Dari Ghirardelli Square kami naik SF tram lanjut ke Union Square. Tram ini cukup terkenal di SF, dan biasanya selalu antri. Tapi kalau kamu naik dari Ghirardelli Square, antriannya nggak separah itu kok! Harga sekali jalan $7, cukup mahal sih untuk ukuran transportasi umum, tapi boleh juga dicoba untuk atraksi wisata mumpung lagi di SF πŸ™‚

Hari terakhir sebelum pulang kami sempat ajak Mama lihat Golden Gate Bridge karena ya memang nggak lengkap ke SF tanpa lihat jembatan ini, ya nggak sihh… dan kali ini karena kami naik mobil sendiri, jadi bisa lihat jembatannya dari Marin Headlands yang letaknya diatas bukit, jadi pemandangannya lebih keren! Kalau memang kamu ke SF dan ada mobil sendiri, coba deh lihat Golden Gate Bridge nya dari Vista Point/Marin Headlands daripada dari visitors centernya. Musti bayar tol sih, tapi pemandangannya worth it kok!

Setelah itu, kami mampir juga ke Lands End. Ini sesuai namanya bener2 kayak di ujung dunia deh. Tapi pemandangannya juga bagus banget! Sayangnya lagi mendung ya (tapi di SF emang hampir selalu mendung kan… kalo mau cerah ya ke LA hehehehe :P), tapi pemandangannya, suasananya, bener2 menarik. Kalau nggak pakai mobil sendiri, transportasi umum kesana agak susah karena ya letaknya emang jauh dari mana2, jadi kalau kamu ke SF dan ada mobil sendiri, wajib banget ke Lands End!

Karena terlalu terpesona sama Lands End, kami akhirnya pulang jam 8 malam dari SF… padahal tadinya mau lihat pemandangan sambil pulang, batal lagi deh. Perjalanan pulang lebih parah dari berangkat karena kami udah capek banget dan memang jalanannya luruuuuus aja tanpa ada pemandangan apa2. Kami harus stop berkali – kali untuk istirahat dan akhirnya sampai dirumah jam 4 pagi πŸ˜€

Pengalaman yang cukup seru road trip bareng Mama ke San Francisco, walaupun kalau boleh pilih mungkin besok2 road tripnya siang2 aja jangan malam hari supaya nggak terlalu capek hehe. Kalau kamu, kapan terakhir kali road trip?

Kunjungan Mama (Part 2)

Seperti yang udah saya sempat ceritakan beberapa waktu lalu, kemarin ini saya kedatangan Mama dari Jakarta selama sebulan. Nggak sangka, sebulan tuh ternyata cepat banget berlalu. Tau2 Mama udah pulang lagi ke Jakarta, dan saya kembali ke aktivitas normal lagi….

Kemarin saya sempat tanya di Instagram, kira2 nulis blog tentang apa yaa.. terus ada beberapa jawaban yang bilang supaya nulis cerita selama Mama lagi disini. Kayaknya satu post bakal kepanjangan, jadi saya pisahkan postnya jadi beberapa bagian.

Kalau ditanya, ngapain aja selama Mama disini? jawabannya sih nggak ada yang terlalu spesial banget, seperti yang udah saya ceritain di post ini, minggu pertama giliran Mama ketemu orangtuanya R dengan bonus main salju, terus minggu kedua kami di rumah aja dan jalan2 sekitar daerah rumah saya, minggu ketiga kami ke San Francisco (cerita menyusul!) dan minggu keempat kami sempet ke Las Vegas sekalian mampir lagi ke rumah orangtua R untuk pamitan (cerita menyusul juga yaa). Yaampun, ga berasa kan sebulan itu?

Selama kami kebanyakan dirumah aja, waktu kami banyak dihabiskan dengan hal2 simpel seperti nemenin saya belanja groceries, masak bareng, jalan2 keliling area rumah bareng, sampai nonton TV bareng. Ini nih yang paling sering kami lakukan, apalagi kebetulan kami sama2 senang nonton TV series Amerika. Jadi, nonton apa aja kami kemarin?

The Passage – Ini drama sci-fi, ceritanya soal wabah virus yang menyebabkan manusia berubah jadi makhluk semacam vampir gitu. Mirip kayak The Walking Dead, tapi menariknya serial ini menceritakan awal virusnya berkembang, gimana manusia berusaha mencari obat buat virus tersebut, sampai muncul gadis “penyelamat” yang namanya Amy. Kami suka nonton ini, seru soalnya! Kalau kamu suka drama2 sci-fi Amerika, pasti suka juga deh.

Semua Serial Dokter2an – Hahaha dijadiin satu aja deh kategorinya. Habisnya, saya dan Mama suka banget nonton serial TV tentang dokter dan rumah sakit. Mulai Grey’s Anatomy, Good Doctor, New Amsterdam, sampai The Resident kami tonton semua. Dari ke-4 serial tersebut saya paling suka Good Doctor, dan paling biasa aja sama New Amsterdam. Tapi, R paling suka sama New Amsterdam jadi kadang2 dia suka ikut nonton juga bareng saya dan Mama kalau kebetulan New Amsterdam lagi tayang.

A Million Little Things – Serial drama yang lumayan bikin mikir. Ceritanya tentang persahabatan 4 orang cowok dewasa, saya udah pernah ceritain di post ini sih. Kebetulan waktu nulis post tersebut saya baru mulai nonton, tapi lama2 kecantol juga hahaha.. eh taunya pas Mama disini, ternyata dia suka juga, jadi kami nonton deh tiap episodenya sampai kemarin season finale. Tenang aja, no spoiler! πŸ˜›

The Gifted – Ini juga udah saya bahas di post terdahulu. Mama ternyata suka banget nonton ini, nggak sangka lho. Sayangnya serial ini udah tamat dan katanyaaa nggak bakal lanjut lagi 😦

Kalo diitung – itung, banyak juga ya serial TV yang kami tonton bersama. Tuh kan, pantesan waktu berasa cepat banget, ternyata banyak abis nonton TV hahaha… walau simpel tapi seneng banget, Mama juga seneng karena bisa lebih update daripada nunggu episode terbaru di TV Indonesia. Yah, itung2 quality time sama Mama πŸ™‚

Jadi begitulah part one dari cerita saya menghabiskan waktu bersama Mama sebulan kemarin. Makasih ya udah baca, more stories later!

Kunjungan Mama

Halo blogku yang sudah hampir berdebu! Hehe, mau cerita kalau saya lagi kedatangan mama dari Indonesia selama sebulan. Yay! Kedatangan mama ini emang agak mendadak. Sungguh tadinya saya dan R rencana mau jalan2 ke Boston karena nemu tiket murah buat bulan Februari ini… tapi mau beli tiket mikir 1000x soalnya takut kedinginan hahaha.

Terus sekitar awal bulan kemarin saya iseng liat2 tiket dari Indonesia, awalnya coba2 pas bulan September jadi biar mama bisa ulang tahun disini. Eh taunya tiket bulan Feb-Mar malah murah! Akhirnya kami sepakat buat beliin mama tiket Jakarta-LA untuk bulan Februari ini. Belinya dadakan, kami juga nggak ada rencana apa2, yang penting biar mama bisa kesini dan kami bisa menghabiskan waktu bersama. Alhamdulillah, sejauh ini semua lancar dan gak kerasa sudah setengah jalan mama disini.

Minggu pertama mama disini kami sempet bulak balik RS karena kebetulan ibu mertua ada jadwal operasi katarak. Semua berjalan lancar, dan mama juga akhirnya ketemu sama bapak-ibu mertua yang memang tinggal disini. Habis itu kami sempat jalan2 ke LA berduaan ketika R kerja, seru juga quality time bersama mama berduaan, jadi inget masa2 terakhir sebelum pindah kesini, kami hampir tiap hari berduaan terus pas ngurusin nikahan dan pindahan saya hehe.

Terus minggu kedua kami sempat muter2 Orange County, gak gimana2 sih tapi saya ajak mama ke tempat2 yg biasa saya datengin, kayak perpustakaan kota, restoran favorit, supermarket, ya intinya saya kasih liat tempat2 yang saya sering datangi sehari – hari.

Tapi selain itu kami juga sempet nginep di rumah mertua yang letaknya agak tinggi elevasinya. Semacam bukit gitu lah, masih di Southern California siih. Biasanya daerah rumah mertua ini emang lebih dingin daripada rumah saya yang letaknya lebih di pesisir. Musim dingin ini juga sempat beberapa kali turun salju, tapi namanya juga di California, saljunya tipis2.

Eh taunya pas kami disana kemarin, turun salju lumayan tebal lho! Wooohooow! Seru deh. Salju turun semalaman hingga sekitar jam 10 pagi. Pagi2 kami juga sempet ngerasain salju turun, jadi walaupun sebenernya bajunya nggak pas (soalnya ramalan cuaca bilang cuma 30% chance of snow), tapi bela2in deh keluar dan nikmatin salju turun. Kapan lagi kan πŸ™‚

Bener2 nggak nyangka bisa kedapetan salju, lumayan berkesan juga jadinya πŸ™‚ yang pasti sih saya senang sekali kedatangan mama untuk sementara. Semoga mama sehat terus jadi besok2 bisa datang lagi dan periode nya agak lamaan sedikit πŸ™‚

Selamat berakhir pekan ya teman2! πŸ™‚

My 30th Birthday

I turned 30 last Sunday, and it was the best birthday I’ve had in several years! So, here’s the story…

For as long as I can remember, my birthday eve was always spent at my aunt’s house with my extended family (except the one year I spent in England), and this year was no different. When the clock stroke midnight, everybody wished each other Merry Christmas, and a happy birthday to me. We then sang happy birthday and I blew my candles. We ate some cake, spent some more time, until finally it was time to go home.

Continue reading “My 30th Birthday”

Keluarga saya

Saya dilahirkan di keluarga yang mungkin tidak seperti kebanyakan keluarga lain. Almarhum Ayah saya beragama Islam, kemudian Ibu saya beragama Kristen.Β Mereka adalah pasangan pernikahan beda agama, bukti nyata dari istilah “sampai maut memisahkan”.

Di Selasa Indonesia kali ini, saya ingin bercerita tentang keluarga saya.

Continue reading “Keluarga saya”

My December.. So Far.

Hello! πŸ™‚

Ah,it’s been a while since my last post, isn’t it?Β I wanted to post as usual but somehow never make it for various reasons.. either I was too tired to open my laptop after work, or too busy doing stuffs offline (excuses, excuses, hehehe).

Anyway so what have I been up to this month?

Continue reading “My December.. So Far.”