Back to the UK!

After 12 years, finally!!! Temen2 blog lama mungkin masih inget kalo aku dulu pernah kuliah di Bournemouth, kota kecil di selatan Inggris. Setahun aja, tapi berkesan banget bangetan. Sejak aku lulus, aku belum pernah balik lagi ke Inggris, walaupun udah nabung2 pengen liburan, eh tapi jodohku di Amerika jadi malah belok haluan πŸ˜€

Continue reading “Back to the UK!”

I Have Less Friends Now, and That’s Okay

I was on my lunch break at work and I saw an instagram story by a friend of mine. We first met through blog back in the days, but somehow got into the same university although different colleges. She posted something where she tagged, surprisingly, another friend of mine. Friend number 2 and I went to the same college in university. I didn’t know friend number 1 and number 2 know each other… until I realized that they were at one point, colleagues.

Ah, small world. That’s Jakarta to me. When I still lived there, I had a multiple circle of friends, and I found joy in finding connections between my circles. I would often be part of, or even host multi-circle gatherings, which may consist of my classmates, and then a friend’s classmate, or another friend’s colleague… you get the idea. I would meet new people, new friends, and the circle would keep growing, hahaha it does sound tiring now as I’m writing this but there was a time where I was happy to be a part of it.

Seeing the instagram story today made me realize that here in the United States, I don’t have that many friends, and I don’t think I ever will. I only have 2 circle of friends, one that I know from my husband and one that I know myself. At one point I tried to expand my circle, I tried to make friends at university, or even at my Barre class, but none actually made it past the “acquaintance” or “social media friends” part.

I have a good relationship with the people from work but it’s hard to consider them as part of my circle. I think my perception of friendship changes over time, and for the most part, being an immigrant has a lot to do with it.

As an immigrant, I think I’m keeping my circle small, but that circle is my extended family. As an immigrant, I have to rebuild my network, similar to what I did growing up in Jakarta, but here, they way I’m building it is purely for business. There’s got to be something in exchange. And that’s okay.

I used to think that making friends is the biggest struggle as an immigrant. I understand why, considering how social I was back home. But now, as time passes, I realize that it’s not the case. The biggest struggle is actually comparing things here vs back home. Once I do it less (hard to say that I completely avoid it), I came to understand and accept that I have less friends now, and that’s okay. After all, quality > quantity, right? πŸ™‚

The One Where I’m Job Hunting During a Pandemic

It’s no news but I have been actively looking for a job. You see I moved here 3 years ago, leaving behind a career in Indonesia. I knew I wanted to keep working after I got married, but I wasn’t able to work immediately after I moved here. So while I waited, I did some remote freelancing work, and once I was able to work, I took on casual work here and there while I settle down and trying to figure out my next move. I then decided to go back to school, enrolled myself in a one-year long Digital Marketing certificate program.

Continue reading “The One Where I’m Job Hunting During a Pandemic”

Sudden Sadness

In the midst of all things that have been happening lately, last Friday I went through a tough time with no particular reason. Well to be honest now I think the culprit was receiving an email from a future employer saying that they had to cancel my upcoming interview due to the situation, and that they’re unsure when they will be able to reschedule it. When I first got the email I didn’t feel anything, it was something that I actually have thought about because of the current situation with coronavirus and all that.

Then I went on to live my day, until a couple of hours later I suddenly felt this surge of sadness and cried uncontrollably. I literally sobbed until I was almost out of breath and felt very confused at the same time, because I didn’t know why I felt the surge of sadness.

Continue reading “Sudden Sadness”

10 tahun

Sudah lama saya nggak cerita di blog ini, nggak terasa kita sudah ada di akhir tahun 2019 aja! Tadinya saya sempat nulis draft kilas balik setahun kebelakang, eh tapi liat post nya Deny tentang perjalanan satu dekade, jadi tersinspirasi pengen ikutan cerita. Terima kasih ya Deny inspirasinya πŸ™‚ Okelah, langsung aja kita mulai ceritanya…

2010 – 2013

Saya mulai dekade kemarin ini dengan optimisme tinggi. Awal tahun ada di Inggris, menyelesaikan program S2, usia saya 23. Tahun baruan di depan London Eye bareng teman – teman kuliah, bener – bener pengalaman yang nggak terlupakan sampai sekarang, termasuk pengalaman ketinggalan keluar kereta bersama seorang teman lain, hingga akhirnya harus menumpang nginap di tempat orang yang baru kenal (orang Indonesia juga) sambil nunggu kereta berikutnya di esok pagi… yaampun, hidup saya kayak kisah serial TV rasanya hahaha.

Setelah kemeriahan tahun baru 2010, saya bekerja keras mengerjakan tesis, lulus, pulang ke Indonesia, dan berjuang lagi mencari pekerjaan. Alhamdulilah dapat kerja di perusahaan yang sangat berkesan bagi saya, dan mulai bekerja di minggu pertama Januari 2011. Tapi nggak disangka, malam sebelum hari pertama kerja, saya diputusin pacar yang pada saat itu sudah pacaran lebih dari 2 tahun dan saya kira kami akan menikah di tahun 2011 itu. Hancurlah hidupkuuu.. hehehe. Setelah patah hati parah, saya berusaha untuk menata hidup kembali. Saya banyak berteman, baik dengan teman lama dan juga bertemu teman baru. Saya mencoba berbagai kegiatan baru, mulai dari olahraga hingga traveling.

Ternyata saya jatuh cinta dengan traveling. Waktu di Inggris saya sudah beberapa kali jalan – jalan sendiri, tapi nggak terlalu jauh dan lama. Di tahun 2012, saya pertama kali jalan – jalan sendiri keluar Indonesia dan ke negara yang saya nggak bisa bahasanya …. Vietnam dan Thailand. Setelah itu ketagihan, saya punya grup teman jalan yang kira – kira setahun 2x pergi liburan, mulai dari Surabaya, Bali, Karimun Jawa, Bromo, Padang, Lombok, Derawan.. seru!

2013 – 2016

Di tahun 2013, umur 26, saya pertama kali bertemu R πŸ™‚ berawal dari iseng dan dorongan dari dalam diri saya untuk “menerima tantangan”, kami bertemu dan the rest is history. Kami sepakat menjalani hubungan jarak – jauh walau pada saat itu nggak tau arahnya kemana… tapi ada sesuatu dalam diri saya yang bilang kalau saya nggak boleh menyerah gitu aja. Well, here we are now! πŸ™‚

Diluar percintaan, di tahun 2013 saya juga dapat promosi di kerjaan, dan akhirnya bisa jalan – jalan lebih sering hahaha. Waktu itu teman – teman di sekeliling saya banyak yang sudah mulai menikah, membeli properti, investasi, dan sebagainya… saya sibuk jalan – jalan aja hohoho. Sempet merasa “kecil” sedikit, tapi setelah saya pikir kembali sekarang ini – salah satu pelajaran hidup selama 10 tahun kebelakang adalah…. waktu orang beda – beda. Hidup orang beda – beda, jadi jangan pernah membandingkan hidup dengan orang lain.

Setelah promosi di tahun 2013 itu, saya terus membangun karir di perusahaan yang sama sampai kemudian di akhir tahun 2015 memutuskan untuk pindah perusahaan dan juga pindah industri. Awal tahun 2016 saya memulai karir di perusahaan baru, yang pada ujungnya memberikan sebuah pelajaran lagi… dan membuka mata saya tentang hal yang saya benar – benar inginkan, dan hal yang tidak saya inginkan.

Pelan tapi pasti hubungan saya dan R juga berjalan ke arah yang positif. Akhirnya, di tahun 2016 R melamar dan kami melakukan prosesi lamaran dengan keluarga dan teman terdekat di Jakarta, tanggalnya pas di hari ulang tahun mama πŸ™‚

2017 – 2019

Saya memulai awal 2017 dengan melakukan perubahan di karir saya, memutuskan untuk berhenti kerja full-time dan memulai bekerja freelance. Sebuah keputusan yang cukup berani tapi pada saat itu saya harus mementingkan kesehatan fisik dan mental daripada jabatan dan karir.

Setelah berhenti kerja, saya melakukan perjalanan solo “terakhir” sebagai wanita lajang ke Shanghai dan juga mengunjungi Disneyland Shanghai. Sambil bekerja freelance di sebuah advertising agency di Jakarta Selatan, saya juga mengambil beberapa project online dan sempat kena tipu sekitar $500! Saya sudah mengerjakan tugas yang diminta tapi orangnya habis itu kabur… huhuhu. Ya sudahlah.

Di akhir 2017 saya menikah dengan R, lalu nggak lama kemudian saya pindah ke Amerika Serikat, memulai hidup baru. Pindah ke negara baru dengan status baru sama sekali nggak mudah, tapi alhamdulilah kami baik – baik aja sampai sekarang, dan hidup kami juga terus diberkati dan dibimbing ke arah yang baik.

Tahun 2018 saya kehilangan tante saya secara mendadak, kedatangan mama selama sebulan, berjuang melawan anxiety karena proses kepindahan dan perubahan yang terjadi… tahun 2019 saya mulai sekolah lagi, kedatangan adik selama 2 minggu, sambil tetap menunggu kabar baik yang belum tiba. Nggak apa – apa, semua akan terjadi di saat yang tepat πŸ™‚

2020?

Nggak kerasa ya 10 tahun sudah berlalu dan benar – benar nggak nyangka perubahan yang terjadi dari awal dekade hingga akhir dekade. Nggak pernah kebayang kalau jodoh saya bakal ketemu di belahan dunia lain apalagi pindah ke negara lain ikut suami…

Jadi, harapan saya buat dekade berikutnya, apa ya… yang pasti saya kepengen banget sih mudah2an kabar baik nya bisa segera tiba, semoga semua rencana kami diberkati Allah dan dilancarkan, semoga keluarga di Indonesia baik – baik saja dan dapat rejeki mengunjungi kami disini kembali… dan juga untuk teman – teman semua, semoga lancar ya semua rencananya! ❀

P.S: Post kali ini nggak pakai foto soalnya kapasitas wordpress gratisan saya udah mau abis… hahaha… jadi dipilih – pilih deh upload fotonya πŸ˜‰

P.P.S: Selamat hari raya Natal dan Tahun Baru untuk teman semua yang merayakan, untuk yang nggak merayakan selamat menikmati hari liburnya, untuk yang nggak merayakan dan nggak mau ngucapin yaudah nggak apa – apa, untuk yang nggak merayakan dan nggak mau ngucapin tapi ngelarang – larang ngucapin…… ya nggak apa-apa juga tapi nggak usah ikutan hari liburnya kali yaa.. biar adil gitu πŸ˜‰ *peace out*